JATENG – Seorang pemuda, Miza Gani Maulana Firdaus tewas tertemper kereta di Desa Kaliwuluh, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada Sabtu (26/7/2025) pukul 17.35 WIB. Insiden memilukan ini terjadi saat korban tengah mengibarkan bendera, diduga untuk keperluan konten media sosial, bersama seorang rekannya.
Berdasarkan rekaman video yang viral di media sosial, Miza terlihat berdiri terlalu dekat dengan rel kereta sambil mengibarkan bendera.
Dalam hitungan detik, kereta api yang melintas dengan kecepatan tinggi menyambar tubuhnya, menyebabkan kematian seketika. Rekan korban, Nanang Dwi Saputro, yang merekam kejadian tersebut, selamat dan kini menjadi saksi kunci dalam penyelidikan polisi.
Kepala Sekretariat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar, Danang Kusmawardana, mengonfirmasi kejadian tersebut.
“Keduanya sedang membuat konten. Salah satu berdiri di dekat rel, sementara yang lain merekam. Ketika kereta melintas, korban tertemper,” ujar Danang, menjelaskan kronologi kejadian.
Miza, warga Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, diketahui bersama Nanang, warga Desa Bentak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, saat insiden terjadi. Nanang telah dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut guna mengungkap detail peristiwa tersebut. Sementara itu, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Kartini Karanganyar untuk keperluan autopsi.
Peristiwa ini memicu perhatian luas di media sosial, dengan banyak warganet menyayangkan kurangnya kesadaran akan bahaya di sekitar rel kereta api.
Insiden ini juga menjadi pengingat akan risiko pembuatan konten di lokasi berbahaya tanpa pengawasan atau izin resmi.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki apakah ada kelalaian atau pelanggaran tertentu yang berkontribusi pada kecelakaan tragis ini.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan mematuhi peraturan keselamatan, terutama di area rel kereta api yang dikenal sebagai zona terlarang.
“Kami mengingatkan agar masyarakat menghindari aktivitas di dekat rel kereta demi keselamatan bersama,” tambah Danang.
Kejadian ini menambah daftar insiden serupa di Indonesia, di mana pembuatan konten media sosial di lokasi berisiko tinggi kerap berujung pada kecelakaan fatal.
Pihak kepolisian dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi dan pengawasan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
