JAKARTA – Sedikitnya dua orang tewas dan satu lainnya terluka dalam insiden penembakan di kawasan hunian mahasiswa South Carolina State University, Amerika Serikat, yang kembali mengguncang rasa aman komunitas kampus tersebut pada Kamis malam waktu setempat.
Menguti laporan USA Today, Jumat, penembakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.15 waktu setempat, 12 Februari 2026.
Lokasinya di sebuah apartemen yang berada di kompleks hunian mahasiswa Hugine Suites, sehingga pihak kampus segera mengeluarkan perintah lockdown dan meminta seluruh mahasiswa tetap berlindung di lokasi masing-masing.
Hingga Jumat pagi waktu setempat, area kampus masih dalam status lockdown sementara petugas dari South Carolina Law Enforcement Division (SLED).
Dibantu aparat keamanan lokal, melakukan penyisiran dan olah tempat kejadian perkara di sekitar kompleks hunian tersebut.
Pihak universitas menyebutkan bahwa hingga kini identitas para korban, baik dua orang yang meninggal maupun satu korban luka, belum dapat dipublikasikan karena masih menunggu proses identifikasi resmi serta pemberitahuan kepada keluarga.
Pernyataan resmi universitas yang disampaikan melalui akun Facebook menyebutkan bahwa “Friday classes have been canceled” dan menambahkan, “Counselors are available to students.”
Sebagai langkah penanganan darurat, kampus juga mengerahkan Departemen Keamanan Publik Universitas yang bekerja bersama Orangeburg Department of Public Safety dan Kantor Sheriff County Orangeburg untuk memperketat patroli di dalam dan sekitar lingkungan kampus.
South Carolina State University yang berlokasi di Orangeburg, sekitar 72 kilometer di sebelah tenggara Columbia, ibu kota negara bagian South Carolina, merupakan satu-satunya universitas negeri bersejarah kulit hitam (historically Black university) di negara bagian tersebut dengan lebih dari 3.000 mahasiswa.
Insiden berdarah ini menambah panjang daftar kekerasan bersenjata yang melanda kampus–kampus di Amerika Serikat, menyusul penembakan massal di Brown University pada Desember 2025 yang menewaskan dua mahasiswa dan melukai sembilan orang lainnya.
Kampus South Carolina State sendiri sebelumnya juga sempat diguncang rentetan penembakan pada Oktober 2025 yang menewaskan satu orang dan melukai satu orang lainnya di tengah suasana meriah perayaan homecoming.
Sejumlah mahasiswa dan alumni menyuarakan keprihatinan atas berulangnya kekerasan dengan senjata api di lingkungan pendidikan, dan mendesak adanya penguatan sistem keamanan kampus serta upaya serius mencegah akses senjata di area pendidikan tinggi.
Pihak universitas menyatakan akan terus memberikan pembaruan informasi kepada publik dan komunitas kampus seiring berjalannya proses investigasi, sembari menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan mahasiswa, staf, dan seluruh warga kampus.
Layanan konseling dan dukungan psikologis juga disiapkan untuk membantu mahasiswa dan tenaga pendidik yang terdampak trauma, di tengah suasana kampus yang masih diselimuti duka dan kecemasan pascainsiden penembakan tersebut.***
