JAKARTA – Pengiriman pertama rumah modular dari Mesir ke Jalur Gaza resmi dimulai pada Kamis (20/2/2025) sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dengan Israel, menurut laporan media Mesir.
Saluran televisi Al-Qahera News melaporkan bahwa lima truk yang membawa 15 rumah modular serta satu buldoser telah melintasi perbatasan Mesir melalui Rafah, kemudian menuju terminal Kerem Shalom (Karam Abu Salem) sebelum akhirnya diizinkan masuk ke Gaza.
Saluran tersebut juga menayangkan rekaman yang menunjukkan truk-truk mengangkut rumah modular dari perbatasan Rafah menuju terminal Kerem Shalom.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari otoritas Palestina di Gaza mengenai pengiriman tersebut.
Israel Sempat Tolak Rumah Modular untuk Pengungsi Gaza
Sebelumnya, pihak Israel menolak mengizinkan masuknya rumah modular ke Gaza, meski kesepakatan gencatan senjata mencakup bantuan hunian bagi warga Palestina yang mengungsi akibat serangan militer. Cuaca dingin yang ekstrem semakin memperburuk kondisi para pengungsi.
Namun, setelah berbagai upaya diplomasi oleh para mediator, Israel akhirnya menyetujui pengiriman bantuan tersebut.
Gencatan senjata dan pertukaran tahanan yang mulai berlaku bulan lalu sempat menghentikan sementara serangan Israel yang telah menewaskan hampir 48.300 warga Palestina serta menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza.