PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan pernyataan resmi mengenai dugaan awal pemicu insiden kebakaran yang melanda KMP Batumandi di perairan dekat Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026) sore.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengungkapkan bahwa kobaran api diduga kuat pertama kali muncul di area buritan kapal sekitar pukul 16.15 WIB, tepatnya pada dek atas yang difungsikan untuk mengangkut muatan kendaraan kecil.
“Dugaan sementara ada percikan dari area buritan kapal. Namun hal ini masih kami dalami. Kami berkoordinasi erat dengan Basarnas dan kepolisian untuk melakukan pemantauan serta investigasi penyebab pasti kebakaran,” jelas Windy saat diwawancarai langsung oleh CNN Indonesia TV, Selasa (20/10/2026) petang.
Evakuasi Tuntas Pukul 17.00 WIB: Dipastikan Nihil Korban Jiwa
Sesuai prioritas utama keselamatan jiwa, ASDP mengonfirmasi seluruh penumpang dan awak kapal telah berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa ada korban jiwa.
“Kami mengutamakan proses evakuasi penumpang dan penanganan kondisi di lapangan. Laporan tim mendapati sekitar pukul 17.00 WIB seluruh penumpang dan kru kapal sudah berhasil dievakuasi. Sejauh ini dapat kami sampaikan tidak ada korban jiwa,” tegas Windy.
Mengenai operasional dan layanan penyeberangan di Pelabuhan Merak, pihak ASDP masih memantau situasi secara intensif. Penyesuaian jadwal atau potensi gangguan layanan masih menunggu hasil pemadaman penuh di lokasi kejadian.
Armada Penyelamat Berantai dan Pencocokan Data Manifes
Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dan cepat melalui kolaborasi berantai berbagai jenis armada air, mulai dari kapal patroli, perahu nelayan, hingga perahu karet (Rigid Inflatable Boat/RIB) milik Basarnas Banten.
Seluruh penumpang yang berhasil diselamatkan langsung dibawa dan ditampung di Dermaga VI Eksekutif Pelabuhan Merak.
Sementara itu, Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, membenarkan penuntasan proses evakuasi penumpang di lapangan. Tim gabungan kini fokus melakukan pencocokan data fisik penumpang selamat dengan manifes resmi kapal, serta memadamkan sisa-sisa titik api yang masih menyala di badan KMP Batumandi.
“Pendataan jumlah penumpang dan pencocokan dengan manifes kapal masih berlangsung. Kami terus berkoordinasi dengan ASDP dan KSOP untuk memastikan seluruh data terverifikasi dengan tepat,” pungkas Rizky.