JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah terus berjibaku melakukan penanganan serta pemulihan kondisi di Kalimantan Timur hingga angin kencang dan puting beliung di Jawa Barat dan Jawa Tengah
Angin Kencang Terjang Bandung, Warga Mengungsi
Hujan lebat disertai angin kencang melanda Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/5), sekitar pukul 15.25 WIB. Cuaca ekstrem ini menyebabkan kerusakan rumah di dua kecamatan, yakni Pangalengan dan Kutawaringin. Desa Lamajang dan Jatisari menjadi titik terdampak, dengan total 5 kepala keluarga atau 12 jiwa yang merasakan dampaknya. Satu keluarga bahkan terpaksa mengungsi ke rumah kerabat untuk mendapatkan tempat tinggal sementara.
Kerugian tercatat berupa dua rumah rusak berat dan tiga lainnya mengalami kerusakan ringan. BPBD Kabupaten Bandung langsung bergerak cepat melakukan asesmen dan penanganan darurat.
Pemerintah daerah juga telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana berdasarkan Keputusan Bupati Bandung Nomor: 300.2.1/KEP.671-BPBD/2024, berlaku dari 14 November 2024 hingga 31 Mei 2025. Status ini sebagai bentuk kesiapsiagaan terhadap ancaman banjir, longsor, dan angin kencang yang masih mungkin terjadi.
Puting Beliung Rusak Rumah Warga di Semarang
Angin puting beliung menerjang enam desa di Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada hari yang sama pukul 16.00 WIB. Desa-desa terdampak antara lain Medayu, Sukorejo, Bonomerto, Reksosari, Gunung Tumpeng, dan Cukilan. Lima kepala keluarga terdampak, dengan lima rumah rusak ringan serta satu warung dan satu gudang penggilingan padi juga mengalami kerusakan.
Petugas dari BPBD Kabupaten Semarang bersama aparat desa, TNI, dan Polri, langsung mengevakuasi pohon tumbang dan membuka kembali akses jalan yang sempat tertutup. Bantuan logistik telah disalurkan untuk mendukung proses kerja bakti warga.
Wilayah Jawa Tengah sendiri masih berstatus Siaga Darurat Bencana Banjir, Longsor, dan Cuaca Ekstrem hingga akhir Mei 2025, sesuai Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 360/8 Tahun 2024.
Banjir Besar Rendam Ribuan Rumah di Kutai Timur
Sementara itu di Kalimantan Timur, lima desa di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, diterjang banjir pada Rabu (7/5) dini hari akibat meluapnya Sungai Bengalon. Desa Sepaso menjadi wilayah terparah, disusul Sepaso Selatan, Sepaso Barat, Sepaso Timur, dan Tepian Langsat.
Menurut data sementara BNPB, terdapat 2.637 kepala keluarga terdampak dengan total 2.230 rumah tergenang. Banjir juga merusak 176 titik akses jalan. Hingga kini, ketinggian air terus meningkat sekitar 2 cm dibandingkan hari sebelumnya.
BPBD Kabupaten Kutai Timur terus melakukan pemantauan cuaca dan mendistribusikan informasi kondisi terkini kepada warga. Upaya evakuasi dan logistik juga terus dilakukan guna memastikan keselamatan masyarakat.
Imbauan dari BNPB
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyampaikan bahwa masyarakat harus tetap waspada terhadap potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Ia menegaskan pentingnya mengikuti arahan pihak berwenang serta melaporkan jika ada kondisi darurat.
