BANDUNG – Persib Bandung berada di ambang sejarah baru. Maung Bandung hanya membutuhkan satu poin tambahan untuk memastikan gelar juara BRI Super League 2025/2026 sekaligus mencatatkan hattrick trofi Liga 1 secara beruntun.
Laga penentuan akan berlangsung saat Persib menjamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Sabtu, 23 Mei 2026. Kick off pertandingan dijadwalkan pukul 16.00 WIB, bersamaan dengan duel Borneo FC kontra Malut United.
Posisi Persib di puncak klasemen semakin kokoh usai meraih kemenangan dramatis 2-1 atas PSM Makassar pada pekan ke-33. Tambahan tiga poin membuat skuad asuhan Bojan Hodak mengoleksi 78 poin.
Di sisi lain, pesaing terdekat mereka, Borneo FC, gagal memaksimalkan peluang setelah hanya bermain imbang melawan Persijap Jepara. Hasil itu membuat klub asal Samarinda tertahan di angka 76 poin dan tertinggal dua angka dari Persib.
Keunggulan head to head atas Borneo FC menjadi keuntungan besar bagi Persib. Artinya, hasil imbang pada laga terakhir sudah cukup untuk mengunci gelar juara musim ini.
Situasi tersebut membuat atmosfer Bandung mulai dipenuhi optimisme. Namun, manajemen Persib memilih tetap menahan euforia demi menjaga fokus tim menghadapi laga pamungkas.
Manajer Persib, Umuh Muchtar, mengungkapkan bahwa kemenangan atas PSM Makassar lahir dari mentalitas final yang ditanamkan kepada para pemain sebelum pertandingan dimulai.
“Saya memberitahu kepada anak-anak. Hari ini, kalian final. Tidak ada tawar menawar, draw apalagi kalah,” ujar Umuh setibanya di Bandung.
Menurutnya, determinasi tinggi para pemain menjadi pembeda dalam pertandingan penting tersebut. Ia menilai skuad Persib tampil dengan semangat juang besar dan menunjukkan karakter calon juara.
“Anak-anak semangat, Alhamdulillah. Sangat antusias, kami puas. Kami dapat poin di menit terakhir,” katanya.
Gol kemenangan yang lahir di momen akhir pertandingan dinilai menjadi bukti ketangguhan mental Persib dalam tekanan perebutan gelar. Momentum itu sekaligus memperbesar peluang Maung Bandung mempertahankan dominasi di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Meski peluang juara sudah terbuka lebar, Umuh meminta seluruh pemain tetap menjaga konsentrasi dan tidak terlena oleh suasana kemenangan.
“Pemain jangan euforia, karena kita belum selesai,” tegasnya.
Ia menilai ancaman masih ada apabila Persib gagal meraih hasil positif saat menghadapi Persijap. Karena itu, seluruh elemen tim diminta tampil maksimal di laga terakhir musim ini.
“Kalau kita kalah itu sangat fatal, kalau draw tidak ada masalah,” ucap Umuh.
Kendati hasil imbang cukup untuk memastikan gelar, Umuh menegaskan Persib tetap memburu kemenangan demi memberikan penampilan terbaik di hadapan Bobotoh.
“Saya tidak mengharapkan draw, tetapi harus menunjukkan permainan luar biasa dan enak ditonton untuk Bobotoh,” katanya.
Selain berbicara soal target juara, Umuh juga memberi perhatian serius terhadap aspek keamanan dan ketertiban pertandingan. Ia mengimbau Bobotoh yang tidak memiliki tiket agar tidak memaksakan diri datang ke stadion.
Menurutnya, dukungan suporter tetap harus mengedepankan kenyamanan bersama demi menjaga citra Persib dan kelancaran laga penentuan.
“Saya minta yang tidak punya tiket tidak masuk ke stadion, demi ketertiban dan kenyamanan bersama. Demi Persib,” pungkasnya.
Laga kontra Persijap diprediksi akan menjadi salah satu pertandingan paling emosional bagi Persib musim ini. Selain menentukan gelar juara, duel tersebut juga berpotensi menjadi panggung perayaan besar bagi ribuan Bobotoh yang memadati GBLA.
Jika berhasil mengunci trofi, Persib akan menorehkan catatan istimewa dengan meraih tiga gelar Liga 1 secara beruntun, sebuah pencapaian yang semakin menegaskan dominasi Maung Bandung di sepak bola nasional dalam beberapa musim terakhir.