JAKARTA – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dipastikan tidak lolos ke DPR RI. Ketidak lolosan PPP ke Senayan lantaran tidak sampai ambang batas parlemen 4 persen.
Berdasarkan hasil rekapitulasi suara di 38 provinsi yang digelar KPU menunjukkan suara PPP hanya 5.878.777 suara. Jumlah itu sebanding dengan 3,87 persen suara sah nasional dengan suara sah nasional tercatat mencapai 151.796.630 suara.
PPP menorehkan sejarah baru dengan absennya mereka dari DPR, menjadikannya satu-satunya partai petahana yang tidak berhasil memperoleh kursi dalam pemilihan kali ini. Ini merupakan peristiwa pertama kali sejak pembentukannya pada 5 Januari 1973.
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terbentuk sebagai hasil fusi beberapa partai Islam pada era Orde Baru. Antara lain, Partai Nahdlatul Ulama, Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), dan Partai Islam Perti, bergabung menjadi satu dalam wadah PPP.
Prestasi tertinggi PPP tercatat pada Pemilu 1999, saat berhasil meraih 11.313.037 suara, setara dengan 10,72 persen suara sah. Lima tahun berikutnya, partai ini mengusung kader internal, Hamzah Haz, sebagai calon presiden.
Pada Pemilu 2024, hanya delapan partai yang berhasil melampaui ambang batas parlemen. PDIP memimpin dengan perolehan suara terbanyak, mencapai 25.387.278 suara atau 16,72 persen suara sah. Sementara Golkar menempati posisi kedua dengan 23.208.654 suara atau 15,28 persen suara sah. Diikuti oleh Gerindra dengan 20.071.708 suara atau 13,22 persen suara sah.
Partai lain yang berhasil meraih kursi di DPR termasuk PKB (10,61 persen), NasDem (9,65 persen), PKS (8,42 persen), Demokrat (7,43 persen), dan PAN (7,23 persen).
Data ini diambil dari catatan CNNIndonesia.com selama proses rekapitulasi suara secara nasional oleh KPU RI. Hasil resmi dari pemilihan baru akan diumumkan oleh KPU mulai pukul 20.00 WIB.