JAKARTA – Presiden Irlandia, Catherine Connolly, menegaskan solidaritas kepada jutaan korban konflik dan pengungsian dalam pesan Natal perdananya, Senin (22/12/2025). Disampaikan dalam bahasa Irlandia dan Inggris, ia menyoroti penderitaan warga Palestina, Ukraina, dan Sudan yang masih terjebak dalam perang bekepanjangan.
“Kami menyertakan dalam pikiran kami jutaan orang di seluruh dunia yang menanggung dampak menghancurkan dari krisis perubahan iklim, perang, konflik, dan pengungsian, serta banyak keluarga yang pada Natal ini harus menghadapi rasa takut, ketidakpastian, atau kehilangan yang mendalam,” ujar Connolly, dikutip dari Anadolu, Selasa (23/12/2025).
Connolly menekankan bahwa sejarah Irlandia, yang sarat dengan emigrasi paksa dan kehilangan, memberi bangsa itu pemahaman mendalam tentang realitas pahit akibat perampasan, kelaparan, dan perang. Ia juga menyampaikan empati kepada mereka yang kehilangan anggota keluarga, hidup tanpa tempat tinggal, sedang sakit, maupun merasa terasing.
Selain itu, Connolly memberikan penghargaan kepada anggota Angkatan Pertahanan Irlandia yang bertugas di luar negeri selama Natal. Mereka dinilai berperan penting menjaga perdamaian dan melindungi kelompok rentan di berbagai wilayah dunia.
Pesan tersebut hadir di tengah konflik global yang terus berlanjut. Israel dilaporkan melanggar gencatan senjata sejak Oktober, dengan lebih dari 71.000 warga Palestina tewas di Gaza dalam dua tahun terakhir. Di Sudan, perang saudara antara militer dan kelompok paramiliter Rapid Support Forces masih memicu krisis kemanusiaan besar. Sementara itu, upaya internasional untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang dimulai Februari 2022 tetap berjalan.
