JAKARTA – PT Produksi Film Negara (Persero) atau PFN memperkenalkan pendekatan baru dalam industri perfilman nasional melalui lokakarya bertajuk “Virtual Production Unveiled” yang digelar di Balckbox Studio PFN Heritage, Jakarta Timur, pada Rabu (16/7/2025). Lokakarya ini menandai langkah awal penggunaan teknologi produksi virtual yang menggunakan proses syuting dilakukan langsung di studio dengan latar digital secara real time.
Dalam siaran pers yang dirilis Kamis (17/7/2025), PFN menjelaskan bahwa acara ini juga menjadi bagian dari pengenalan program Indonesia Film Financing (IFF)—inisiatif pembiayaan film nasional yang dikembangkan untuk mendorong sistem produksi yang profesional, berkelanjutan, dan terencana sejak tahap awal.
Film Menuju Pelaminan menjadi proyek perdana yang mendapatkan dukungan penuh dari program IFF. Lokakarya ini pun menjadi momen peluncuran pertama teaser poster film tersebut, sekaligus bagian dari proses kreatif produksi.
“Melalui IFF, film Menuju Pelaminan menjadi simbol kolaborasi, langkah maju, dan inovasi dalam ekosistem perfilman Indonesia. Lewat film ini, penerapan teknologi produksi tidak hanya menunjukkan kemajuan industri film tanah air, tetapi juga membuktikan bahwa proses produksi bisa dilakukan dengan lebih efisien, fleksibel, dan tetap menghasilkan visual yang berkualitas,” ujar Dirana Sofiah Suryaningrum, Produser Menuju Pelaminan sekaligus Project Manager IFF, dilansir dari Antara.
Teknologi produksi virtual membuka ruang kerja yang lebih adaptif bagi para pembuat film. Dengan pemanfaatan latar digital yang bisa diubah secara instan, proses syuting tak lagi bergantung pada lokasi fisik tanpa mengurangi nilai artistik maupun mutu visual.
Kegiatan ini turut didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dan menjadi wadah diskusi terbuka antara pelaku industri film, akademisi, komunitas kreatif, hingga mitra strategis lainnya.
Menuju Pelaminan dijadwalkan tayang secara nasional pada 16 Oktober 2025, dan diposisikan sebagai proyek percontohan dalam penerapan produksi virtual di Tanah Air.