JAKARTA – PT PLN (Persero) menyatakan pemulihan listrik di empat kabupaten di Provinsi Aceh yang terdampak bencana alam berat belum tuntas sepenuhnya. Meski ibu kota kabupaten sudah kembali terang, ratusan desa di wilayah terpencil dan perbukitan masih terisolasi akibat kerusakan jaringan serta medan yang sulit dijangkau.
Empat kabupaten yang sebelumnya mengalami pemadaman total adalah Aceh Tengah (Takengon), Bener Meriah (Simpang Tiga Redelong), Aceh Tamiang (Karang Baru), dan Gayo Lues (Blangkejeren).
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan tim PLN telah berhasil menyalakan kembali listrik di pusat pemerintahan dan pemukiman utama keempat kabupaten tersebut.
“Kami berhasil menyalakan empat kabupaten dari empat ibu kota yang tadinya masih gelap, saat ini sudah terang,” tegas Darmawan dalam konferensi pers daring, Rabu (10/12/2025).
Namun, Darmawan menegaskan bahwa perjuangan masih panjang. Banyak gardu induk, jaringan tegangan menengah, dan tiang listrik di wilayah pedalaman mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang dan longsor.
“Ada empat kabupaten yang masih terisolasi. Yaitu pertama Kabupaten Aceh Tengah, ibu kotanya Takengon, yang pada saat itu masih gelap gulita,” ujar Darmawan.
“Kemudian Bener Meriah dengan ibu kotanya Simpang Tiga Redelong. Serta Aceh Tamiang dengan ibu kotanya Karang Baru yang masih gelap gulita. Juga Gayo Lues dengan ibu kotanya Blangkejeren yang masih gelap gulita,” lanjutnya.
“Kami mengakui bahwa di daerah-daerah kabupaten tersebut masih banyak daerah yang terisolasi, yang kemudian kami masih membutuhkan waktu untuk memulihkan jaringan tegangan di daerah-daerah tersebut. Baik itu di Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tamiang maupun Gayo Lues. Jadi kami membutuhkan waktu,” imbuh Darmawan.
Saat ini, ratusan personel PLN dibantu TNI, Polri, dan relawan terus bekerja membuka akses jalan yang tertimbun longsor serta memperbaiki infrastruktur listrik di lokasi terpencil. PLN juga mengerahkan genset dan trafo mobile untuk memberikan pasokan sementara kepada masyarakat yang masih gelap.
Pemulihan penuh diperkirakan membutuhkan waktu beberapa hari hingga minggu ke depan, bergantung kondisi cuaca dan akses medan. PLN meminta pengertian dan kesabaran masyarakat Aceh sambil terus berupaya maksimal mengembalikan listrik 24 jam di seluruh wilayah terdampak.
