JAKARTA – Pemerintah bersama PLN mempercepat upaya pemulihan jaringan listrik di wilayah Sumatra pascabanjir besar yang memutus banyak infrastruktur energi pada pekan lalu.
Hingga 11 Desember, tingkat pemulihan menunjukkan progres berbeda di tiap provinsi dengan Aceh berada di angka 36 persen sementara Sumatra Utara telah mencapai 99,8 persen.
Sumatra Barat tercatat menjadi wilayah tercepat pulih karena seluruh jaringan kembali normal sejak 5 Desember lalu.
Ketua Tim ESDM Siaga Bencana, Rudy Sufahriadi menegaskan bahwa Aceh masih memerlukan penanganan ekstra akibat kerusakan akses dan terbatasnya suplai operasional di lapangan.
“PLN perlu dukungan pembukaan akses jalan terputus. Kebutuhan BBM sangat mendesak untuk operasional kendaraan,” ungkap Rudy.
Rudy menyebutkan distribusi genset di Aceh Tamiang dan Bener Meriah belum mencukupi kebutuhan sehingga teknisi harus memprioritaskan daerah dengan beban listrik paling kritis.
Ia menjelaskan pekerjaan darurat transmisi utama sebagian besar telah diselesaikan untuk mempercepat aliran listrik ke wilayah yang masih padam.
Tower Emergency SUTT Bireuen–Peusangan berhasil diselesaikan pada 7 Desember dan langsung diuji untuk memastikan keandalan jaringan.
Sementara itu, SUTT Bireuen–Arun tuntas pada 8 Desember dan menambah pasokan penting bagi sektor layanan publik.
Perbaikan SUTT Brandan–Langsa masih berlangsung dengan progres 67 persen dan dinilai menjadi jalur strategis untuk menyalurkan daya secara merata.
“Jika rampung Banda Aceh akan tersambung ke backbone,” katanya.
Rudy menargetkan seluruh rangkaian jaringan dapat energize pada Minggu 14 Desember sehingga Aceh dapat kembali menerima pasokan stabil tanpa jeda teknis.
Pemerintah juga mendorong penerapan pembangkit darurat untuk memperkuat pasokan sementara sebelum transmisi utama dipulihkan sempurna.
PLTD 50 MW kini dalam proses pemasangan di Banda Aceh sebagai dukungan tambahan sistem tenaga setempat.
Selain itu, PLTD Lueng Bata 10 MW telah tiba di lokasi dan ditargetkan mulai commissioning pada 12 Desember.
Rudy memastikan seluruh rumah sakit terdampak bencana kini telah kembali mendapat aliran listrik stabil sehingga pelayanan medis tidak lagi mengandalkan genset.
Sumatra Utara mencatat pemulihan mencapai 99,8 persen meski di tengah munculnya longsor susulan yang sempat menghambat akses.
Beban terdampak di wilayah tersebut mencapai 264,13 MW dan hampir seluruhnya berhasil dinyalakan kembali.
Sumatra Barat menjadi kabar baik karena seluruh jaringan listrik telah pulih sepenuhnya tanpa ada kendala tersisa.
Pemerintah menegaskan komitmen menyelesaikan pemulihan total di semua daerah terdampak dalam waktu secepat mungkin.***