JAKARTA – Sebuah pohon tumbang menimpa satu unit mobil Honda HR-V bernopol AG 1724 AS dan kabel udara di Jalan TB Simatupang, Kelurahan Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2026) siang. Insiden ini terjadi akibat hembusan angin kencang yang melanda wilayah tersebut.
Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengonfirmasi peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.47 WIB.
“Pohon tumbang di Kelurahan Cilandak Timur, Jakarta Selatan, diduga karena angin kencang. Objek terdampak 1 unit mobil HR-V AG 1724 AS dan kabel udara,” ujar Yohan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Tim BPBD bersama instansi terkait langsung mengevakuasi puing-puing pohon dan menangani kabel udara yang terdampak. Estimasi kerugian material, termasuk kerusakan kendaraan dan infrastruktur, masih dalam pendataan.
“Korban nihil dan estimasi kerugian masih dalam pendataan,” tambah Yohan.
Kejadian ini menjadi pengingat akan risiko cuaca ekstrem di ibu kota, meski Pemerintah Provinsi DKI Jakarta gencar melakukan pemeliharaan pohon. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebelumnya menyatakan telah memerintahkan perawatan puluhan ribu pohon untuk mengurangi potensi bahaya serupa.
“Untuk pohon tumbang, termasuk di Jakarta Pusat, saya sudah memerintahkan hampir 65.000 pohon dirapikan,” kata Pramono, Sabtu (13/12/2025).
Pramono menjelaskan pohon di Jakarta terbagi tiga kategori berdasarkan tinggi: tinggi, sedang, dan pendek. Namun, pohon tinggi yang berusia puluhan tahun tidak bisa sembarangan ditebang atau diubah.
“Problemnya, pohon tinggi yang sudah puluhan tahun tidak boleh diutak-atik,” ucapnya.
Pohon-pohon tinggi tersebut justru penting dalam menjaga keasrian dan kesejukan kota.
“Itulah yang membuat Jakarta rindang dan hijau,” tambahnya.
Pemprov DKI terus mengimbau masyarakat waspada terhadap cuaca buruk, terutama saat angin kencang disertai hujan. Petugas gabungan siap sigap menangani pohon rawan tumbang untuk meminimalkan dampak bagi pengguna jalan dan warga sekitar.
