JAKARTA – Dua pria diduga sebagai komplotan spesialis pencurian sepeda motor terekam kamera CCTV saat beraksi di kawasan padat kendaraan, tepatnya di Jalan Jelambar Utama Raya, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Polisi kini intensif memburu kedua pencuri motor tersebut yang dengan cekatan mencuri motor bermodal kunci T.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (7/7), dan menjadi viral usai videonya tersebar di media sosial.
Aksi pencurian tersebut menyasar satu unit sepeda motor jenis Honda Scoopy yang diparkir di pinggir jalan.
Pelaku memanfaatkan situasi sepi sesaat untuk mengeksekusi rencana mereka.
Satu pelaku bertugas mengamati situasi dari motor, sementara rekannya beraksi langsung membobol motor korban hanya dalam hitungan detik.
“Kita masih penyelidikan, cari keberadaan para pelaku,” ujar Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Grogol Petamburan AKP Aprino Tamara, Kamis (10/7).
Kronologi Terekam CCTV
Dalam rekaman video yang beredar luas dan diunggah akun Instagram @warga.jakbar, tampak dua pria mondar-mandir mencurigakan di sisi jalan tempat motor korban diparkir.
Satu dari mereka, yang disebut “pemetik”, perlahan mendekati motor sembari memastikan area sekitar aman dari pengawasan warga.
“Setelah situasi dirasa aman, pelaku mengeluarkan kunci berbentuk huruf T, lalu menusukkannya ke lubang kunci motor,” ujar Perwira Unit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, Ipda Fathurachman.
Hanya dalam waktu sekitar tiga detik, pelaku berhasil membobol motor tersebut dan langsung kabur bersama rekannya yang menunggu di atas motor lainnya.
Laporan Kehilangan Sudah Masuk Polisi
Korban dengan inisial M segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Grogol Petamburan pada Rabu (9/7).
Hingga kini, identitas para pelaku masih dalam tahap pelacakan berdasarkan rekaman CCTV dan petunjuk lain yang dikumpulkan petugas.
“Korban sudah bikin laporan ke Polsek kemarin. Identitas pelaku belum kita dapat karena masih proses penyelidikan,” tambah Fathurachman.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam memarkir kendaraan dan selalu menggunakan pengaman ganda.
Aksi kriminal seperti ini bisa terjadi kapan saja, terutama di lokasi yang minim pengawasan atau rawan pelaku kejahatan beraksi cepat.***
