JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto berbagi kisah inspiratif tentang pengalamannya sebagai prajurit TNI di era 1970-an. Saat itu, ia menjadi bagian dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan merasakan langsung didikan keras dari para pejuang Angkatan 1945.
Cerita ini ia sampaikan dalam acara Halal Bihalal bersama purnawirawan TNI AD dan keluarga besar TNI-Polri di Jakarta, Selasa, 6 Mei 2025.
Dengan penuh semangat, Prabowo mengenang bagaimana ia dan rekan-rekannya dilatih oleh generasi yang berjuang demi kemerdekaan Indonesia.
“Terus terang saja ya, saya merasa beruntung. Saya dan kawan-kawan saya merasa beruntung, kami sempat digembleng langsung, kami sempat merasakan kepemimpinan langsung dari Angkatan 45,” ujarnya, seperti dikutip dari acara tersebut.
Menurut Prabowo, Angkatan 1945 bukan hanya terdiri dari kalangan militer. Generasi ini mencakup seluruh pejuang yang rela berkorban demi bangsa, termasuk tokoh-tokoh sipil yang turut memperjuangkan kemerdekaan.
“Di era itu, Angkatan 1945 adalah generasi yang sama-sama berjuang untuk bangsa Indonesia,” tambahnya, menegaskan semangat persatuan yang menjadi ciri khas para pendahulu.
Pelajaran dari Didikan Keras
Menjadi prajurit Kopassus di masa itu bukan perkara mudah. Prabowo menceritakan bahwa pelatihan yang diberikan sangat menantang, baik secara fisik maupun mental. Didikan keras ini bertujuan membentuk prajurit tangguh yang siap mengabdi untuk negara. Pengalaman ini, kata dia, membentuk karakternya sebagai seorang pemimpin.
“Pelatihan itu mengajarkan kami arti disiplin, keberanian, dan pengabdian. Kami diajarkan bahwa hidup dan jiwa raga kami dipersembahkan untuk negara,” ungkap Prabowo dalam kesempatan lain di acara tersebut.
Pernyataan ini mencerminkan nilai-nilai luhur yang masih relevan hingga kini, terutama di kalangan generasi muda yang ingin memahami makna pengabdian.
Inspirasi untuk Generasi Muda
Kisah Prabowo ini tak hanya sekadar nostalgia, tetapi juga pesan kuat bagi generasi saat ini. Ia mengajak para pemuda untuk belajar dari semangat juang Angkatan 1945. Menurutnya, nilai-nilai seperti keberanian, kerja keras, dan cinta tanah air harus terus dihidupkan untuk membangun Indonesia yang lebih kuat.
Acara Halal Bihalal tersebut juga menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi antara Prabowo dan para purnawirawan TNI-Polri. Kehadiran tokoh-tokoh militer senior menambah makna acara, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga warisan perjuangan bangsa.
Cerita Prabowo tentang masa latihannya di Kopassus menawarkan perspektif unik tentang sejarah militer Indonesia. Ini juga menjadi pengingat bahwa di balik setiap pemimpin besar, ada proses panjang yang penuh perjuangan. Kisah ini relevan bagi siapa saja yang ingin memahami bagaimana karakter seorang pemimpin dibentuk melalui ujian dan tantangan.


