GYEONGJU, KORSEL – Presiden Prabowo Subianto mengusulkan pengiriman guru Selandia Baru untuk melatih bahasa Inggris calon pekerja migran Indonesia (PMI), sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM. Usulan ini disampaikan saat pertemuan bilateral di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pasifik (APEC) 2025.
Dalam dialog yang digelar Sabtu (1/11/2025) di Gyeongju, Korea Selatan, Prabowo menekankan urgensi peningkatan kemampuan bahasa bagi ribuan PMI yang siap berlayar ke berbagai negara. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang kerja lebih luas dan mengurangi risiko eksploitasi akibat hambatan komunikasi. Selain itu, kedua pemimpin membahas perluasan akses pendidikan tinggi, termasuk beasiswa bagi mahasiswa Indonesia di bidang kedokteran dan kedokteran gigi di Selandia Baru.
“Saya juga minta kalau ada guru-guru dari Selandia Baru yang bisa bantu kita. Kita mau menambah sekolah atau kursus-kursus bahasa Inggris untuk pekerja-pekerja kita yang mau ke luar negeri. Saya kira bahasa sangat penting dan ini sedang kita bahas,” kata Prabowo usai pertemuan bilateral dengan Luxon di sela-sela agenda KTT APEC di Gyeongju, Korea Selatan, Sabtu (1/11/2025).
Permintaan ini sejalan dengan prioritas pemerintahan Prabowo dalam memperkuat ekosistem pendidikan vokasi untuk tenaga kerja nasional. Saat ini, jutaan PMI Indonesia bekerja di sektor jasa dan manufaktur di luar negeri, namun kurangnya penguasaan bahasa asing sering menjadi penghalang utama.
Dengan dukungan dari Selandia Baru, yang dikenal memiliki sistem pendidikan bahasa berkualitas tinggi, program pelatihan ini berpotensi menjangkau ribuan calon pekerja setiap tahunnya.
Lebih lanjut, Prabowo juga menyentuh isu kekurangan tenaga medis di Tanah Air. “Kita sangat butuh dokter dan dokter gigi,” ucapnya.
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi hubungan diplomatik Indonesia-Selandia Baru, yang telah menunjukkan komitmen kuat di sektor pendidikan dan perdagangan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) diharapkan segera menyusun rencana implementasi, termasuk kurikulum khusus bahasa Inggris untuk PMI.
