JAKARTA – Prancis menetapkan status siaga merah di 72 departemen dan siaga oranye di 17 departemen lainnya pada Kamis (25/6/2026) akibat gelombang panas ekstrem.
Dilansir Anadolu, badan cuaca nasional Meteo-France melaporkan suhu tetap tinggi setelah Rabu tercatat sebagai hari terpanas sejak 1947, dengan indikator suhu nasional mencapai 30°C.
Sejumlah rekor suhu dipecahkan di wilayah barat, termasuk 43°C di Fontenay. Meteo-France memperkirakan suhu Kamis akan tetap di atas 30°C di sebagian besar wilayah dan mencapai 40°C di beberapa daerah. Peringatan merah akan dicabut di 11 departemen barat mulai Kamis malam.
Selain itu, 48 departemen berada di bawah peringatan oranye karena risiko kebakaran hutan, dengan tingkat bahaya sangat tinggi di Deux-Sevres dan Haute-Garonne. Layanan kereta api di Nouvelle-Aquitaine ditangguhkan pada siang hari hingga Jumat, hanya beroperasi pagi dan malam.
Dampak gelombang panas juga dirasakan di sektor pendidikan. Menteri Pendidikan Edouard Geffray menyebut sekitar 3.500 sekolah ditutup, sementara 10.000 sekolah lainnya menyesuaikan jadwal. Wali Kota Paris Emmanuel Gregoire mengonfirmasi adanya kematian di ibu kota, meski detail belum disampaikan.
Sejak 18 Juni, tercatat 43 orang meninggal akibat tenggelam di seluruh Prancis, menambah daftar korban dalam situasi cuaca ekstrem yang belum mereda.