JAKARTA – Proses identifikasi korban jatuhnya helikopter di kawasan hutan Mentewe, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, masih terus berlangsung.
Tiga jenazah telah berhasil diidentifikasi dan siap dipulangkan ke keluarga masing-masing di negara asal.
Upaya ini menjadi langkah penting agar keluarga korban dapat segera berkumpul dan menutup duka mereka.
Korban yang berhasil diidentifikasi adalah Mark Werren (68) dari Australia, Claudine Pereira Quito (67) dari Brasil, serta Santha Kumar Prabhakaran (56) dari India.
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi mengonfirmasi, “Untuk 3 jenazah yang telah teridentifikasi, kami bantu prosesnya untuk kembali pulang dibawa keluarganya ke negara masing-masing.”
Sementara itu, lima jenazah lainnya masih menunggu proses identifikasi intensif oleh Tim DVI Bidokkes Polda Kalsel.
“Sisanya adalah warga negara Indonesia. Proses identifikasi masih terus dilakukan Tim DVI,” ujar Adam.
Proses identifikasi dibantu dua tenaga ahli dari Dokkes Mabes Polri, termasuk drg Astiti, spesialis rekam medis gigi, untuk memastikan akurasi data korban.
Kombes Adam berharap seluruh jenazah dapat segera dikenali agar dapat dikembalikan ke keluarga.
Helikopter dengan nomor seri BK 117-D3 milik PT Eastindo Air ini dilaporkan hilang pada 1 September 2025 dan ditemukan jatuh di kawasan hutan Pegunungan Meratus, Kecamatan Mantewe, Tanah Bumbu, Kalsel.
Helikopter tersebut membawa delapan penumpang, yakni:
- Capt Haryanto (Laki-laki)
- Eng Hendra (Laki-laki)
- Mark Werren (Laki-laki)
- Yudi Febrian (Laki-laki)
- Andys Rissa Pasulu (Laki-laki)
- Santha Kumar (Laki-laki)
- Claudine Quito (Laki-laki)
- Iboy Irfan Rosa (Laki-laki)
Keluarga korban internasional kini dapat menyiapkan kepulangan jenazah, sementara pihak berwenang terus bekerja keras untuk menyelesaikan identifikasi jenazah lima korban warga negara Indonesia.***
