JAKARTA – Rencana Paris Saint-Germain (PSG) untuk mendatangkan kiper Jepang, Zion Suzuki, dari Parma secara mengejutkan batal pada tahap akhir negosiasi.
PSG sebelumnya telah mencapai kesepakatan dengan Parma untuk transfer Suzuki dengan nilai sekitar 35 juta euro.
Kiper berusia 23 tahun itu bahkan dijadwalkan menjalani pemeriksaan medis sebelum kepindahannya ke Paris. Namun, kesepakatan tersebut akhirnya tidak dilanjutkan.
Permasalahan muncul pada tahap akhir pembicaraan, terutama terkait permintaan komisi dari pihak agen Suzuki.
Menurut laporan L’Équipe yang dikutip sejumlah media Eropa, pihak perwakilan pemain mengajukan tuntutan finansial tambahan yang dinilai terlalu besar oleh PSG.
Komisi Agen Jadi Persoalan
Dalam kesepakatan awal, PSG dan Parma disebut telah menyetujui nilai transfer sekitar 35 juta euro.
Struktur komisi untuk agen juga sudah masuk dalam pembicaraan antara kedua pihak.
Namun, dalam 48 jam terakhir sebelum kesepakatan batal, muncul permintaan baru dari perwakilan Suzuki.
Nilai komisi tersebut dilaporkan mendekati 3 juta euro dan membuat PSG memilih mundur dari proses transfer.
PSG disebut tidak bersedia memenuhi permintaan tambahan tersebut. Klub Prancis itu menilai tuntutan tersebut berada di luar kesepakatan yang sebelumnya telah dibicarakan.
Ada Dugaan Klub Lain Ikut Masuk
Situasi tersebut kemudian memunculkan dugaan bahwa ada klub lain yang mencoba memanfaatkan kondisi tersebut untuk mendapatkan Suzuki.
Aston Villa disebut sebagai salah satu klub yang tertarik kepada kiper asal Jepang tersebut.
Klub Premier League itu sedang mencari opsi penjaga gawang baru di tengah ketidakpastian mengenai masa depan Emiliano Martinez.
Laporan lain menyebut fleksibilitas aturan di Premier League mengenai pembayaran kepada agen dapat membuat klub Inggris memiliki ruang negosiasi yang berbeda dibandingkan PSG.
Meski demikian, keterlibatan Aston Villa dalam gagalnya transfer Suzuki ke PSG masih berupa laporan dan belum menjadi konfirmasi resmi dari klub.
Suzuki Tetap Jadi Incaran Klub Besar
Meskipun kepindahannya ke PSG gagal terwujud, Suzuki tetap menjadi salah satu kiper yang menarik perhatian klub-klub besar Eropa.
Suzuki bergabung dengan Parma pada 2024 setelah sebelumnya bermain untuk Sint-Truiden di Belgia.
Penampilannya bersama Parma dan tim nasional Jepang membuat namanya semakin dikenal di level internasional.
Setelah kesepakatan dengan PSG runtuh, Aston Villa kemudian dilaporkan menjadi salah satu klub yang paling serius mengejar tanda tangan Suzuki.
Kondisi tersebut membuka kemungkinan sang kiper tetap meninggalkan Parma pada bursa transfer musim panas 2026.
Untuk saat ini, masa depan Suzuki masih menjadi perhatian dalam bursa transfer.
Yang jelas, kepindahannya ke PSG yang sebelumnya hampir terealisasi harus terhenti setelah persoalan negosiasi komisi agen muncul di tahap akhir.***