JAKARTA – Arus mudik Lebaran Idulfitri 2026 diperkirakan mencapai puncaknya dalam dua gelombang, yakni pada 14-15 Maret dan 18-19 Maret 2026.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan prediksi tersebut berdasarkan survei mobilitas masyarakat dan analisis pergerakan kendaraan di jalur utama mudik.
Kementerian Perhubungan mencatat jumlah pemudik tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, hampir setengah populasi Indonesia. Sigit menjelaskan pembagian puncak arus mudik dalam dua gelombang dipengaruhi kebijakan fleksibilitas kerja (work from anywhere) serta penyesuaian jadwal cuti bersama.
Selain itu, puncak arus balik Lebaran 2026 juga diperkirakan terjadi dalam dua periode, yakni 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.
Rekayasa Lalu Lintas:
- Ganjil Genap: Diberlakukan 17–20 Maret 2026 pukul 14.00–24.00 WIB di ruas tol Jakarta–Cikampek hingga Semarang (KM 47–KM 414) dan Tol Tangerang–Merak (KM 31–KM 98). Pengawasan dilakukan melalui kamera ETLE.
- One Way: Diterapkan 17–20 Maret 2026 pukul 12.00–24.00 WIB di jalur Tol Trans Jawa, mulai KM 70 Jakarta–Cikampek hingga KM 421 Semarang–Solo (Gerbang Tol Banyumanik). Kendaraan dari arah sebaliknya akan dialihkan ke jalur alternatif.
Dengan prediksi pergerakan pemudik mencapai 143,9 juta orang, pemerintah dan kepolisian berharap penerapan ganjil genap, one way, serta pengawasan ETLE dapat mengatur distribusi kendaraan dan mengurangi kemacetan di jalur utama mudik.