Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025. Pada hari ini, pergerakan masyarakat diperkirakan mencapai 17,18 juta orang, menjadi lonjakan mobilitas tertinggi menjelang perayaan Natal.
Sejak pagi, sejumlah terminal di Jakarta mulai dipadati pemudik. Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, mencatat kenaikan signifikan jumlah penumpang pada H-1 Natal. Rata-rata penumpang harian yang biasanya berkisar 450–500 orang, melonjak menjadi sekitar 800 penumpang per hari sejak 19 Desember.
“Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-2 dan H-1 Natal, yakni 23–24 Desember 2025,” ujar Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain.
Terminal Jakarta Dipadati, Ribuan Bus AKAP Disiagakan
Lonjakan penumpang juga terlihat di sejumlah terminal utama Jakarta lainnya. Listyo Sigit Prabowo, Kapolri, meninjau langsung kesiapan angkutan mudik di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Cakung, pada Selasa (23/12/2025).
Terminal tersebut telah menyiapkan 1.075 bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang melayani 59 trayek menuju Sumatra, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Bali.
Sementara itu, pengelola Terminal Lebak Bulus memprediksi puncak lonjakan penumpang juga terjadi pada 23–24 Desember. “Secara umum masih relatif landai, namun lonjakan diperkirakan terjadi pada 23–24 Desember,” kata Kepala Terminal Lebak Bulus, Joni Budhi. Lonjakan serupa juga terpantau di Terminal Pondok Pinang.
Rekayasa Lalu Lintas dan Proyeksi Pergerakan Nasional
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, pemerintah memberlakukan diberlakukan pada 24 Desember pukul 16.00–24.00 WIB.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebutkan, potensi total pergerakan masyarakat selama Nataru 2025/2026 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang. Mayoritas menggunakan mobil pribadi sebesar 42,78 persen atau sekitar 51,12 juta orang, disusul sepeda motor sebanyak 18,41 persen atau sekitar 22 juta orang.
Sebagai pusat koordinasi, Kemenhub mengoperasikan Posko Pusat Angkutan Nataru selama 24 jam, mulai 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, melibatkan lintas instansi seperti Korlantas Polri, Basarnas, dan BMKG. Adapun puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Jumat, 2 Januari 2026, dengan pergerakan mencapai 20,81 juta orang.
