DENMARK – Ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, mengawali perjuangan di Denmark Open 2026 dengan kemenangan dua gim langsung untuk mengamankan tiket babak 16 besar.
Rachel/Febi yang menjadi unggulan kelima turnamen menyingkirkan pasangan Taiwan, Chang Ching Hui/Yang Ching Tun, melalui pertarungan dua gim dengan skor identik 21-18, 21-18.
Laga babak 32 besar tersebut berlangsung di lapangan tiga SJF Bank Arena, Denmark, Rabu (14/10/2026) malam WIB, dengan durasi pertandingan selama 36 menit.
Hasil ini menjadi modal positif bagi Rachel/Febi untuk melanjutkan persaingan di turnamen BWF World Tour Super 750 tersebut.
Rachel/Febi Masih Beradaptasi dengan Lapangan
Rachel Allessya Rose mengaku bersyukur dapat melewati pertandingan pembuka tanpa mengalami cedera, meskipun dirinya bersama Febi masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan permainan dengan kondisi lapangan.
“Karena ini partai pertama, partai awal jadi tadi masih menyesuaikan dengan kondisi lapangan dan shuttlecock. Adaptasi dengan laju bola yang kencang belum terlalu maksimal,” ujar Rachel Allessya Rose dalam keterangan resmi dari PBSI, Kamis (15/10/2026).
Menurut Rachel, kecepatan shuttlecock menjadi salah satu aspek yang perlu segera diantisipasi agar mereka dapat tampil lebih optimal pada pertandingan berikutnya.
Ia juga menilai persaingan sektor ganda putri tetap ketat meskipun sejumlah pasangan unggulan dunia tidak mengikuti Denmark Open 2026.
“Absennya Liu Sheng Shu/Tan Ning, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian (China) dan Lee So Hee/Baek Ha Na (Korea) tidak mengurnagi persaingan di ganda putri.”
“Kami kalau lancar kemungkinan akan bertemu Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia). Kami belum pernah menang dari mereka jadi tidak ada yang mudah,” ucapnya.
Febi Soroti Pencahayaan Lapangan
Febi Setianingrum turut mengungkapkan bahwa proses penyesuaian kondisi lapangan menjadi bagian penting dalam pertandingan perdana mereka di Denmark Open tahun ini.
“Tadi kami masih ngenakin pukulan-pukulan dulu dan saya ada terkendala lampu yang agak silau di lapangan tiga,” ucapnya.
Kendala pencahayaan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan Rachel/Febi untuk meningkatkan kenyamanan bermain pada pertandingan selanjutnya.
Febi menegaskan bahwa mereka tidak ingin terlalu jauh memikirkan calon lawan berikutnya sebelum menyelesaikan tantangan di babak 16 besar.
“Kami mau fokus ke 16 besar dulu baru memikirkan laga selanjutnya. Bila nanti bertemu mereka (Pearly/Thinaah) pastinya kami mau mempersiapkan yang terbaik, evaluasi dari pertemuan-pertemuan sebelumnya dan diskusi juga dengan pelatih strateginya bagaimana,” katanya.
Hadapi Treesa/Gayatri di Babak 16 Besar
Rachel/Febi selanjutnya dijadwalkan menghadapi pasangan India, Treesa Jolly/Gayatri Gopichand Pullela, pada babak 16 besar Denmark Open 2026, Kamis (15/10/2026).
Pertandingan ini akan menjadi pertemuan pertama kedua pasangan sehingga Rachel/Febi perlu mempersiapkan strategi berdasarkan karakter permainan lawan.
Dari segi peringkat dunia BWF, Rachel/Febi menempati posisi ke-10, sedangkan Treesa/Gayatri berada di urutan ke-18.
Perbedaan peringkat tersebut menjadi gambaran posisi kedua pasangan dalam daftar dunia, tetapi tidak menjamin hasil pertandingan yang akan berlangsung.
Rachel/Febi kini dituntut menjaga konsistensi permainan, memperbaiki adaptasi terhadap kondisi lapangan, dan memanfaatkan momentum kemenangan untuk membuka peluang melangkah lebih jauh di Denmark Open 2026.***