JAKARTA – Gerakan Pramuka harus terus tampil sebagai garda terdepan dalam pembinaan karakter, penguatan nasionalisme, pengembangan keterampilan, serta penanaman nilai-nilai Pancasila dalam praktik kehidupan sehari-hari.
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Budi Waseso mengatakan Rakernas Tahun 2026 yang mengusung tema Memantapkan Langkah Organisasi, Mendukung Swasembada Pangan, Menuju Indonesia Emas 2045, di Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur, Jakarta tanggal 27-28 Januari 2026.
Tema Rakernas 2026 ini sejalan dengan visi pembangunan nasional serta tantangan global, termasuk isu ketahanan pangan, perkembangan teknologi, dan dinamika sosial generasi muda.
Dalam konteks pengabdian masyarakat, Budi Waseso menegaskan peran aktif Gerakan Pramuka dalam penanggulangan bencana yang terjadi di sejumlah daerah, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Melalui jajaran kwartir, gugus depan, dan satuan tugas, Pramuka terlibat langsung dalam evakuasi, pendirian Posko, distribusi logistik, layanan dapur umum, hingga pendampingan psikososial.
“Nilai kesukarelawanan, gotong royong, dan kepedulian sosial bukan sekadar slogan, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata saat bangsa menghadapi masa sulit,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima Garuda.Tv, Rabu (28/1/2026)
Ketua Kwarnas juga menyampaikan sejumlah program prioritas nasional Gerakan Pramuka tahun 2026, antara lain persiapan dan penyelenggaraan Jambore Nasional, peringatan Hari Pramuka, revisi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, pengembangan kapasitas instruktur pangan, bimbingan teknis kewirausahaan, penguatan sinergi perguruan tinggi, penerbitan Jurnal Pramuka, Perkemahan Wirakarya Nasional, serta pengembangan database anggota dewasa terintegrasi.
Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora RI, Dr. Drs. Yohan, M.Si., menyampaikan pesan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran strategis sebagai jangkar moral dan agen perubahan di tengah tantangan global, seperti krisis iklim, ketahanan pangan, transisi energi, dan disrupsi teknologi.
“Pramuka harus hadir sebagai solusi. Tidak hanya mampu menanam, tetapi juga memahami teknologi pertanian, manajemen rantai pasok pangan, serta mampu menggerakkan masyarakat menuju kemandirian pangan di tingkat rumah tangga dan komunitas,” ujar Yohan.
Ia menambahkan pada Rakernas 2026 Kemenpora menitipkan empat agenda strategis, yakni penguatan literasi digital dan teknologi, pengembangan wirausaha muda berbasis sektor kreatif dan agribisnis, penguatan peran Pramuka dalam mitigasi bencana dan perubahan iklim, serta peningkatan tata kelola organisasi yang transparan dan berbasis digital.
Rakernas 2026 diikuti oleh 365 peserta yang terdiri atas jajaran pimpinan Kwartir Nasional, Andalan Nasional, Lembaga Pendidikan Kader (LPK), pimpinan Satuan Karya (Saka) dan Satuan Komunitas (Sako) tingkat nasional, serta pimpinan dari 34 Kwartir Daerah seluruh Indonesia.
Melalui Rakernas, seluruh jajaran diharapkan dapat menyelaraskan visi, menyusun program kerja, serta memperkuat sinergi lintas kwartir agar Gerakan Pramuka tetap eksis, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.