JAKARTA – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan bahwa penyuluh keluarga berencana (KB) memegang peran krusial sebagai garda terdepan dalam menjalankan kebijakan kependudukan hingga ke tingkat rumah tangga. Peran ini semakin vital dalam mengawal suksesnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) kategori 3B, yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, serta balita yang belum masuk PAUD.
Pernyataan tersebut disampaikan Wihaji saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Indonesia Tahun 2026, Kamis (12/2/2026), di Gedung Graha Dirgantara, Jakarta. Acara tersebut dihadiri Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, serta lebih dari 700 penyuluh KB dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kita adalah pelaksana kebijakan Presiden. Setiap program harus benar-benar sampai kepada masyarakat. Penyuluh adalah ujung tombak yang memastikan kebijakan berjalan efektif di lapangan,” tegas Wihaji.
Tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi implementasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan yang mencakup 32 indikator kinerja, yang dievaluasi berbasis performa pemerintah daerah. Di sisi lain, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN turut mengawal program prioritas nasional, khususnya MBG 3B. Program ini menekankan pendampingan intensif, edukasi gizi, serta koordinasi lintas sektor agar manfaatnya tepat sasaran dan memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan keluarga, sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting sejak dini.
Wihaji menekankan bahwa keberhasilan kebijakan tidak hanya bergantung pada perencanaan yang matang, tetapi juga pada kesiapan strategi dan kapasitas eksekutor di lapangan. Penyuluh KB bertugas menjalankan edukasi, advokasi, serta fasilitasi bagi keluarga, sehingga seluruh intervensi pembangunan keluarga dapat terintegrasi dan selaras dengan visi nasional.
Rakernas IPeKB 2026 berfungsi sebagai ajang penguatan organisasi, penyelarasan program kerja, serta penyempurnaan strategi pelaksanaan. Ketua Umum DPP IPeKB Indonesia menyatakan bahwa pertemuan ini menjadi tonggak penting untuk meningkatkan kekompakan penyuluh KB dan PLKB dalam mempercepat Program Bangga Kencana serta inisiatif prioritas Kemendukbangga/BKKBN secara terpadu.
Melalui forum ini, IPeKB Indonesia menegaskan komitmen kuat dalam mendukung kebijakan kependudukan dan pembangunan keluarga yang terukur serta berkelanjutan. Fokus utama tetap pada penguatan peran penyuluh dalam mendampingi keluarga secara langsung dan memastikan program MBG 3B berjalan optimal di tingkat akar rumput, guna mewujudkan generasi mendatang yang lebih sehat dan berkualitas.
