JAKARTA – Markas Besar TNI Angkatan Udara membuka pendaftaran Prajurit Sukarela Dinas Pendek Khusus Penerbang TNI bagi lulusan sekolah penerbang sipil dan negeri pemegang Commercial Pilot License. Proses peminatan telah dimulai sebagai tahap awal rekrutmen penerbang militer guna memenuhi kebutuhan personel TNI Angkatan Udara.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia di sektor pertahanan udara nasional. Antusiasme calon peserta tercatat sangat tinggi, dengan ratusan lulusan dari berbagai institusi penerbangan menyatakan minat untuk mengikuti program tersebut. Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi khusus yang digelar belum lama ini, sebagai wujud komitmen TNI dalam memperkuat armada penerbang di tengah dinamika keamanan regional.
Rapat koordinasi penyiapan penerbang dilaksanakan pada Selasa, 23 Desember 2025. Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi bersama Asisten Personel Kasau Marsda TNI Yostariza melaporkan perkembangan kepada Wakil Menteri Pertahanan RI Marsekal TNI (HOR) Purn. Donny Ermawan T. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam menyinergikan upaya rekrutmen antara lembaga sipil dan militer, sekaligus memastikan proses pendaftaran berjalan lancar dan transparan.
Hingga Jumat, 2 Januari 2026, Mabesau mencatat sebanyak 485 calon telah mendaftar pada tahap peminatan. Para pendaftar berasal dari 32 sekolah penerbang negeri dan swasta di seluruh Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Bali International Flight Academy, Aero Flyer Institute, Angkasa Aviation Academy, Banyuwangi Pilot Academy, dan Bandung Pilot Academy. Keberagaman asal institusi ini mencerminkan luasnya minat nasional terhadap karier sebagai penerbang TNI Angkatan Udara.
Pendaftaran resmi PSDP Khusus Penerbang TNI dijadwalkan dibuka mulai Senin, 5 Januari 2026, hingga pekan ketiga Januari 2026. Calon peserta diimbau menyiapkan dokumen pendukung, termasuk bukti kepemilikan CPL, untuk mendaftar melalui jalur resmi Mabes TNI. Seleksi akan dilaksanakan pada akhir Januari hingga Februari 2026 dan meliputi tes fisik, psikologis, serta kemampuan penerbangan guna menjaring kandidat terbaik yang siap menjalankan tugas militer.
Peserta yang dinyatakan lulus seleksi akan mengikuti Pendidikan Pertama (Dikma) PSDP Khusus Penerbang TNI di Komando Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI, Serpong, Tangerang Selatan. Program pendidikan ini dirancang untuk membekali calon penerbang dengan kompetensi teknis, kedisiplinan militer, serta pemahaman operasi udara strategis.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispen AU) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana menegaskan bahwa program peminatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang TNI untuk mengatasi kebutuhan penerbang, khususnya di tengah modernisasi alutsista udara. Ia juga menekankan bahwa kesempatan ini terbuka luas bagi generasi muda yang memiliki minat dan dedikasi di bidang penerbangan.
“Kami mengajak generasi muda untuk bergabung menjadi penerbang TNI dan mengabdi kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar I Nyoman Suadnyana.
Melalui program PSDP Khusus Penerbang TNI, peserta tidak hanya memperoleh karier prestisius, tetapi juga berperan langsung dalam menjaga kedaulatan udara Indonesia. TNI Angkatan Udara berharap program ini mampu melahirkan generasi baru penerbang andal yang siap mengawal langit Nusantara.
Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dapat diperoleh melalui situs resmi Mabes TNI atau unit penerangan terkait. Seluruh proses rekrutmen dijamin berjalan adil, transparan, dan bebas dari intervensi.