JAKARTA – Tanah longsor yang terjadi di wilayah pegunungan Prefektur Shizuoka, Jepang tengah, telah menyebabkan sekitar 300 orang terisolasi sejak Jumat (25/7).
Insiden tersebut menimpa berbagai kelompok, mulai dari pekerja proyek infrastruktur, pendaki, hingga wisatawan yang tengah menikmati waktu liburan di kawasan alam Aoi, Kota Shizuoka.
Menurut laporan NHK pada Sabtu, sebanyak 110 orang—yang terdiri atas wisatawan yang menginap di hotel pegunungan serta pekerja proyek jalur kereta berteknologi levitasi magnetik (maglev)—terjebak setelah longsor memutus akses jalan utama.
Jalan raya yang menjadi satu-satunya jalur transportasi di kawasan tersebut tertutup total akibat material longsor yang menimbun sepanjang ruasnya.
Tak hanya itu, sekitar 190 pendaki gunung yang sedang bersiap menaklukkan jalur pendakian juga mengalami nasib serupa.
Mereka tidak dapat melanjutkan perjalanan maupun kembali turun karena medan yang tertutup material longsor dan dinilai belum aman untuk dilalui.
Namun upaya pembersihan jalur yang dimulai sejak Sabtu pagi membuahkan hasil.
Sedikitnya 170 orang pendaki berhasil dievakuasi ke bawah setelah jalur aman dibuka secara terbatas.
Meski begitu, ada sebagian pendaki yang memilih tetap tinggal di lokasi, namun otoritas memastikan tidak ada laporan gangguan kesehatan dari mereka yang masih bertahan maupun yang telah dievakuasi.
Sementara itu, otoritas setempat dilaporkan berencana membuka blokir jalan raya pada Selasa.
Pemerintah daerah tengah mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor dan memastikan struktur jalan tidak mengalami kerusakan serius sebelum dibuka kembali untuk umum.
Insiden ini mempertegas risiko geologis yang sering dihadapi Jepang, negara yang berada di wilayah cincin api Pasifik dan rawan bencana alam seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, serta tanah longsor—terutama saat musim hujan tiba.***