Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) menjadi momentum penting untuk meneguhkan semangat persatuan di tengah keberagaman bangsa. Mengusung tema Kedamaian Kristus sebagai Pemersatu Keluarga, Bangsa, dan Negara, organisasi sayap Kristiani Partai Gerindra ini kembali menegaskan komitmennya dalam mengawal agenda sosial dan politik nasional yang inklusif.
Puncak perayaan HUT ke-17 GEKIRA digelar di Jakarta pada Minggu malam. Acara tersebut dihadiri para pengurus, kader, serta tokoh nasional, dan menjadi refleksi perjalanan organisasi selama hampir dua dekade dalam memperjuangkan nilai kebangsaan, toleransi, dan keadilan sosial.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan hari jadinya, GEKIRA juga menunjukkan kepedulian nyata melalui berbagai aksi kemanusiaan yang telah dimulai sejak pertengahan Desember. Ribuan paket bahan pokok disalurkan untuk membantu korban bencana alam di Sumatra, serta masyarakat di lingkungan gereja dan paroki se-Jabodetabek yang membutuhkan dukungan ekonomi.
Penyaluran bantuan tersebut direncanakan berlangsung secara bertahap hingga Maret 2026. Langkah ini menjadi wujud kehadiran organisasi dalam meringankan beban hidup masyarakat kelas bawah, sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah tantangan ekonomi.
Ketua Dewan Penasihat GEKIRA sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan bahwa GEKIRA bukan sekadar wadah komunitas, melainkan organisasi politik yang membawa misi besar untuk mengubah arah masa depan bangsa.
Hashim menekankan bahwa keterlibatan aktif dirinya bersama Presiden Prabowo Subianto dalam panggung politik nasional dilandasi tekad untuk membela hak-hak kelompok masyarakat yang selama ini tertindas, miskin, dan tertinggal. Menurutnya, perjuangan tersebut menjadi fondasi utama dalam upaya mendorong perubahan nasib bangsa melalui Partai Gerindra.
Sementara itu, Ketua Umum PP GEKIRA, Nikson Silalahi, menyoroti eksistensi GEKIRA sebagai bukti konsistensi Partai Gerindra sebagai partai yang nasionalis sekaligus religius. Sejak awal pendiriannya, para pendiri partai telah bersepakat untuk membuka ruang bagi seluruh pemeluk agama melalui organisasi-organisasi sayap yang inklusif.
Selain perayaan HUT ke-17, GEKIRA juga tengah mempersiapkan agenda rutin tahunan berupa Natal Nasional Partai Gerindra tahun 2025. Perayaan besar tersebut dijadwalkan berlangsung pada 17 Januari 2026 dan akan digelar di Sorong, Papua Barat Daya, sebagai simbol semangat kebangsaan dan persatuan dari wilayah timur Indonesia.