Red Bull Racing mengeluarkan permintaan maaf resmi pada Senin menyusul tuduhan tidak berdasar dari anggota tim bahwa pembalap Mercedes, Kimi Antonelli, sengaja membiarkan Lando Norris menyalipnya pada Grand Prix Qatar. Tuduhan yang kemudian terbukti keliru itu memicu gelombang pelecehan daring terhadap pembalap rookie berusia 19 tahun tersebut.
Kontroversi bermula usai balapan di Sirkuit Internasional Lusail pada Minggu, ketika Antonelli kehilangan posisi keempat kepada pemimpin klasemen Norris di lap kedua dari belakang setelah keluar lintasan di Tikungan 10.
Insiden tersebut berdampak signifikan pada persaingan gelar Max Verstappen, karena tambahan dua poin untuk Norris membuat pembalap McLaren kini unggul 12 poin menuju seri penutup di Abu Dhabi.
Tuduhan Keliru yang Memicu Reaksi Keras
Saat lomba berlangsung, insinyur balap Verstappen, Gianpiero Lambiase, menyampaikan melalui radio tim bahwa Antonelli “sepertinya menepi dan membiarkan Norris lewat.” Setelah balapan, penasihat motorsport Red Bull, Helmut Marko, memperkuat klaim tersebut dengan menyatakan bahwa tindakan Antonelli “terlalu jelas”.
Namun, tayangan ulang langsung menepis tuduhan itu. Rekaman menunjukkan Antonelli mengalami snap oversteer akibat ban yang sudah aus sementara ia berupaya mengejar Carlos Sainz untuk perebutan podium.
“Saya masuk sedikit lebih cepat dari lap sebelumnya—dengan udara kotor mobil jadi lebih tidak stabil karena kehilangan downforce, ban cepat panas, dan tiba-tiba saya kehilangan bagian belakang mobil,” jelas Antonelli usai balapan.
Gelombang Pelecehan Online
Mercedes mencatat lebih dari 1.100 komentar berisi ujaran kebencian atau indikasi ancaman di akun media sosial Antonelli, termasuk ancaman pembunuhan. Di akun resmi Mercedes, muncul tambahan 330 komentar bernada kasar. Sebagai respons, Antonelli mengganti foto profil Instagram menjadi hitam sebagai bentuk protes diam.
Dalam pernyataan resmi, Red Bull menegaskan:
“Komentar yang dibuat sebelum dan setelah GP Qatar mengenai dugaan bahwa Kimi Antonelli membiarkan Norris menyalipnya jelas tidak benar. Rekaman ulang menunjukkan Antonelli kehilangan kendali sejenak, yang memungkinkan Norris melewatinya. Kami sangat menyesalkan bahwa hal ini berujung pada pelecehan online terhadap Kimi.”
Bos Mercedes Toto Wolff mengecam tuduhan tersebut sebagai “omong kosong total yang mengejutkan saya,” seraya menyatakan bahwa tim tengah berjuang untuk posisi kedua konstruktor dan Antonelli mengejar peluang podium, sehingga tuduhan kesengajaan sangat tidak masuk akal.
Wolff juga mengungkapkan bahwa ia telah berbicara langsung dengan Lambiase, yang kemudian meminta maaf karena komentar yang tidak berdasar dan berdampak buruk di media sosial. Marko pun menyampaikan permintaan maaf terpisah, mengakui bahwa insiden tersebut sepenuhnya kesalahan mengemudi.
Mercedes akan menyerahkan data terkait komentar kasar tersebut ke kampanye FIA United Against Online Abuse.
