PT Rekayasa Industri (Rekind) menjajaki kerja sama strategis dengan Azbil Berca Indonesia (Azbil). Kolaborasi ini, nantinya akan menitik beratkan pada strategi penting dalam menghadirkan solusi efisiensi energi yang lebih canggih dan terintegrasi bagi sektor industri nasional.
“Sinergi Rekind dan Azbil bukan hanya soal teknologi, tetapi bagaimana kami menghadirkan solusi yang benar-benar berdampak terhadap penghematan energi dan pengurangan emisi. Ini bagian dari kontribusi kami pada agenda keberlanjutan nasional,” ungkap Direktur Utama Rekind Triyani Utaminingsih, usai penandatanganan Nota Kesepahaman di sela-sela gelaran internasional Carbon Digital Conference (CDC) 2025 yang diselenggarakan oleh Indonesia Carbon Trading Association (IDCTA) di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/12).
Kiyoshi Kurata, Direktur Utama Azbil Berca Indonesia, menambahkan, ‘Kolaborasi kami dengan Rekind mewakili komitmen bersama terhadap inovasi dan keberlanjutan. Dengan menggabungkan keahlian Azbil selama satu abad di bidang otomatisasi dan optimalisasi energi dengan kapabilitas EPC (Engineering, Procurement, and Construction) Rekind yang telah teruji, kami berupaya menghadirkan solusi yang membantu industri di Indonesia mencapai efisiensi energi yang signifikan dan mengurangi jejak karbon mereka.”
Azbil merupakan perusahaan global asal Jepang yang lebih dari satu abad dikenal sebagai pionir teknologi otomasi (sistem kontrol) industri. Perusahaan ini dikenal dengan keunggulannya dalam process control, building automation, serta advanced instrumentation, yang menghadirkan sistem kontrol pintar dan teknologi optimasi energi. Reputasinya sebagai penyedia solusi otomasi terintegrasi menjadi pilihan banyak pelaku industri dunia yang ingin meningkatkan keandalan, efisiensi operasional, dan keberlanjutan perusahaannya.
Sementara, Rekind sebagai perusahaan EPC (Engineering, Procurement and Construction) Industrial Process milik negara, punya rekam jejak yang tidak kalah hebatnya, terutama dalam pembangunan proyek-proyek strategis nasional, baik itu di sektor migas, petrokimia, pupuk, pembangkit listrik, hingga energi terbarukan.
Lebih dari empat dekade, Rekind mengenyam pengalaman di bidang EPC, menjadikannya punya kapabilitas komprehensif dalam mengerjakan proyek-proyek EPC, layanan O&M, manajemen proyek, hingga penyediaan solusi industri berbasis teknologi.
Melalui kolaborasi ini, kedua perusahaan akan fokus menghadirkan solusi efisiensi energi untuk sektor-sektor industri utama, termasuk kilang minyak, pabrik pupuk, serta berbagai industri proses lainnya. Implementasi teknologi seperti smart automation, monitoring energi berbasis IoT, optimasi sistem utilitas, dan advanced control systems menjadi pilar utama kerja sama ini.
Menurut Triyani Utaminingsih, kombinasi keunggulan teknis Azbil dan kekuatan eksekusi Rekind di bidang EPC, membuka peluang besar untuk menciptakan penghematan energi yang signifikan. “Sinergi merupakan upaya nyata untuk mendukung dan menjadikan kegiatan industri di Indonesia lebih hemat energi, kompetitif, dan ramah lingkungan,” katanya.
Kerjasama Rekind dan Azbil diharapkan bisa mempercepat pencapaian target efisiensi energi serta mendukung agenda dekarbonisasi nasional, guna membangun masa depan industri yang lebih berkelanjutan, modern, dan berdaya saing tinggi.