Sebuah cerita tragis menimpa seorang ayah dari luar kota yang menjadi korban dugaan hipnotis atau penipuan di kawasan Jalan MH Thamrin dekat Bundaran HI, Jakarta Pusat. Kejadian ini terjadi pada 31 Desember 2025 sekitar pukul 06.00 WIB, tepat saat banyak orang bersiap menyambut tahun baru.
Korban kehilangan total Rp100 juta dari rekening banknya, yang merupakan tabungan bertahun-tahun untuk masa depan keluarga. Kisah ini dibagikan oleh putrinya melalui thread panjang di platform X (sebelumnya Twitter), yang telah viral dengan ribuan likes dan reposts.
Menurut akun X @momiuuw, yang mengaku sebagai anak korban, ayahnya—sebut saja Papa—sedang berlibur akhir tahun di Jakarta dan menginap di hotel di kawasan Sabang. Seperti kebiasaannya, Papa berjalan pagi sendirian sekitar pukul 05.30 WIB menuju Bundaran HI.
Saat tiba di dekat Gedung Sinar Mas, Papa dihentikan oleh seorang pria (disebut Pelaku 1) yang keluar dari mobil dan meminta tolong difoto. Pelaku 1 mengaku dari Kalimantan dan sedang berlibur di Jakarta.
“Papaku, dengan gak ada rasa curiga sama sekali mau fotoin dan bilang, ‘saya juga dari luar kota sedang liburan kesini,'” tulis @momiuuw dalam thread-nya yang diposting pada 2 Januari 2026.
Tak lama kemudian, saat Papa melanjutkan perjalanan menuju pintu masuk MRT Pintu F, seorang pria lain (Pelaku 2) mendekat dan bertanya alamat Masjid Istiqlal. Pelaku 2 mengaku dari Kerajaan Brunei, bertugas memberikan sumbangan untuk tempat ibadah di Indonesia, dan ingin survei terlebih dahulu. Papa menyarankan naik ojek online, tapi Pelaku 1 tiba-tiba muncul kembali dan bergabung dalam obrolan.
Pelaku 1 menawarkan tumpangan mobilnya untuk ke Masjid Istiqlal, sekaligus melihat Gereja Katedral. Anehnya, Papa ikut masuk ke mobil tersebut. Di lokasi, mereka tidak turun, hanya memotret dari dalam mobil.
Obrolan kemudian beralih ke topik sumbangan tempat ibadah, dengan Pelaku 1 mengaku Muslim dan menawarkan bantuan untuk masjid, sementara Papa mengaku Kristen dan menyebut gereja di kampung halamannya sedang renovasi.
Pelaku 2 mengaku memiliki kartu ATM sebuah bank berisi dana sumbangan ratusan juta rupiah, tapi bingung cara cek saldo karena dari Brunei. Mereka pergi ke mesin ATM di minimarket (lokasi tidak diingat Papa). Di sana, Pelaku 2 menunjukkan saldo besar dan meminta Papa serta Pelaku 1 melakukan hal serupa.
Papa menunjukkan saldo rekeningnya via m-banking di HP, di mana PIN dan password terlihat oleh keduanya. Kemudian, Pelaku 2 meminta Papa mengambil kartu ATM dari hotel untuk cek saldo fisik. Papa diantar kembali ke hotel, di mana ia sempat bertemu istri dan anaknya.
“Papaku kayak orang buru-buru. Mama ga bisa nahan sama sekali karena papa langsung keluar kamar gitu aja,” cerita @momiuuw.
Rp100 Juta Ditransfer ke 3 Rekening Berbeda
Di hotel, Papa tampak excited karena yakin akan mendapat sumbangan untuk gereja. Keluarga mencoba mencegah, tapi Papa tetap pergi. Sebelum Papa turun dari mobil, Pelaku 2 memberikan kartu ATM-nya sebagai “jaminan” dan meminta HP Papa sebagai balasannya.
Kembali ke minimarket lain, Papa menunjukkan saldo via ATM. Pelaku 2 kemudian bilang perlu ke Kedutaan Besar Brunei untuk mencairkan dana, tapi Papa diminta ganti pakaian dulu karena kurang rapi. Papa diantar lagi ke hotel, tapi saat turun, mobil beserta pelaku dan HP Papa menghilang.
Papa langsung kembali ke kamar dan memberi tahu keluarga. Mereka segera cek ke lobi dan telepon HP Papa, tapi tidak diangkat. “It’s getting chaos. Sedih, kami sedih sekali teman-teman mengingatnya,” tulis @momiuuw.
Anak korban langsung menghubungi bank untuk blokir rekening. Ternyata, transaksi sudah terjadi pukul 06.53 WIB: Rp100 juta ditransfer ke tiga rekening berbeda. “Mereka ambil semuanya. Semuanya,” tambahnya, sambil membagikan bukti mutasi rekening yang disensor.
Keluarga segera melaporkan ke polisi, tapi hingga thread diposting, belum ada update signifikan. Tujuan thread ini, menurut @momiuuw, adalah agar uang kembali, pelaku ditangkap, dan menjadi pelajaran bagi masyarakat. “Mungkin buat orang lain 100 juta itu angka yang kecil. Tapi buat kami, itu besar sekali. Itu tabungan Papa bertahun-tahun,” ujarnya.
Kasus ini menyoroti maraknya modus penipuan atau hipnotis di kawasan ramai seperti Thamrin, terutama saat libur akhir tahun. Polisi Metro Jaya belum memberikan konfirmasi resmi terkait laporan ini, tapi warga diimbau waspada terhadap orang asing yang mendekat dengan cerita mencurigakan.
Hingga 5 Januari 2026, thread tersebut telah dilihat lebih dari 1,3 juta kali, dengan ribuan simpati dan saran dari netizen. Beberapa menyarankan cek CCTV di sekitar lokasi atau lapor ke OJK untuk pelacakan transaksi. Kisah ini menjadi pengingat penting: jangan mudah percaya stranger, lindungi PIN dan data pribadi, serta kunci HP Anda.
