Tembakan terdengar di langit Caracas pada Senin malam setelah pasukan keamanan Venezuela melepaskan tembakan ke arah sebuah drone tak dikenal yang terdeteksi terbang di atas Istana Kepresidenan Miraflores. Insiden ini terjadi di tengah situasi politik yang memanas, hanya beberapa hari setelah Presiden Nicolás Maduro ditangkap oleh Amerika Serikat.
Peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 20.00 waktu setempat, hanya beberapa jam setelah Delcy Rodríguez resmi dilantik sebagai presiden sementara menggantikan Maduro.
Sejumlah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan peluru pelacak menyambar langit malam Caracas, sementara warga terlihat berlarian mencari perlindungan dan personel bersenjata berpatroli di jalan-jalan ibu kota.
Pemerintah Venezuela kemudian menyebut insiden itu sebagai akibat miskomunikasi internal di tubuh militer, sebagaimana dilaporkan AFP.
Sejumlah laporan menyebutkan Pengawal Presiden keliru mengidentifikasi sebuah drone pengintai milik Angkatan Darat Venezuela—yang tengah menguji sistem keamanan baru istana—sebagai ancaman musuh, sehingga memicu aksi tembak-menembak. Gedung Putih, dikutip CNN, menyatakan tengah memantau situasi namun menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak terlibat dalam insiden tersebut.
Tembakan berlangsung selama sekitar 20 hingga 45 menit sebelum akhirnya situasi berhasil dikendalikan. Tidak ada laporan korban jiwa, meski beberapa kawasan, termasuk El Paraíso, sempat mengalami pemadaman listrik.
Saksi mata menggambarkan suara tembakan senjata ringan yang beruntun, bahkan disertai tembakan yang diduga senjata anti-pesawat yang diarahkan ke sasaran udara.
Insiden ini menegaskan rapuhnya kondisi keamanan Venezuela di masa transisi kekuasaan. Ketegangan meningkat sejak operasi militer AS bertajuk Operation Absolute Resolve yang menangkap Maduro pada 3 Januari, sebuah operasi besar yang melibatkan lebih dari 150 pesawat tempur dan serangan terhadap sejumlah instalasi militer di wilayah Caracas.