PEKANBARU – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) merelokasi armada pesawat tempur Hawk 109/209 dari Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, ke Skadron Udara 1 Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. Langkah ini merupakan bagian dari strategi modernisasi dan penguatan kesiapsiagaan pertahanan udara nasional.
Upacara tradisi pelepasan digelar secara khidmat di Lanud Roesmin Nurjadin pada Rabu, 7 Januari 2026. Acara dipimpin langsung oleh Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) Marsda TNI Djoko Hadipurwanto, dengan rangkaian kegiatan meliputi laporan perwira upacara, penghormatan pasukan, penandatanganan berita acara, hingga serah terima dokumen pesawat sebagai tanda alih tugas resmi.
Suasana haru menyelimuti keluarga besar Lanud Roesmin Nurjadin saat berpisah dengan alutsista yang telah bertahun-tahun mengabdi di wilayah tersebut.
Dalam amanatnya, Pangkoopsau Djoko Hadipurwanto menegaskan bahwa pemindahan ini menandai estafet pengabdian antar satuan. Pesawat Hawk 109/209 disebut telah menjadi bagian penting perjalanan tugas Skadron Udara 12, baik dalam menjaga kesiapsiagaan pertahanan udara maupun pembinaan kemampuan tempur penerbang. Jejak pengabdiannya di Bumi Lancang Kuning akan selalu menjadi catatan sejarah satuan.
Ia menambahkan, setiap jam terbang pesawat tersebut mencerminkan dedikasi tinggi para penerbang, teknisi, dan personel pendukung. Relokasi ke Lanud Supadio diharapkan mampu meningkatkan kemampuan operasional di wilayah barat Indonesia, sekaligus mendukung pengelolaan kekuatan udara yang lebih adaptif dan efisien.
Sementara itu, Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris mengungkapkan rasa bangga bercampur haru atas momen tersebut. Ia menyampaikan bahwa pelepasan pesawat yang telah mengukir sejarah pengabdian panjang di Bumi Lancang Kuning menjadi momen emosional bagi seluruh jajaran.
Sebagai pengganti, Skadron Udara 12 akan segera diperkuat dengan jet tempur canggih Rafale buatan Prancis. Pesawat generasi terbaru ini dijadwalkan tiba pada akhir Januari 2026 sebagai wujud komitmen TNI AU dalam meningkatkan daya gentar serta kesiapan menghadapi ancaman udara masa depan.
Pemindahan Hawk 109/209 ini tidak hanya mengoptimalkan distribusi alutsista, tetapi juga memperkuat pertahanan di kawasan strategis seperti Kalimantan Barat, sejalan dengan visi TNI AU menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia secara menyeluruh.