JAKARTA – Salah seorang kru kabin Jeju Air yang selamat dari kecelakaan fatal pada Minggu (29/12), saat pesawat tersebut mendarat di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, kini memberikan keterangan saat dirawat di rumah sakit Mokpo Hankook Hospital.
Pramugara yang bertugas di bagian belakang pesawat itu kemungkinan besar berada di area tersebut ketika kecelakaan terjadi. Setelah siuman, dia langsung bertanya kepada dokter yang merawatnya, “Apa yang terjadi? Bagaimana bisa saya di sini?” ujar pramugara tersebut, seperti dilansir dari Straits Times pada Senin (30/12).
Dia juga menyebutkan bahwa hal terakhir yang diingatnya sebelum insiden adalah mengenakan sabuk pengaman saat pesawat akan mendarat, dan saat itu dia masih mengira pesawat akan mendarat dengan selamat. Setelah itu, dia kehilangan kesadaran.
Pramugara tersebut kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit, dengan cedera pada bagian bahu dan kepala kiri. Selain dirinya, satu kru pesawat lainnya juga selamat dan dirawat di rumah sakit yang sama.
Kecelakaan tragis ini terjadi pada pesawat Jeju Air yang terbang dari Bangkok, Thailand, dan menewaskan 179 dari 181 orang yang berada di dalam pesawat. Dua orang yang selamat termasuk kedua kru kabin. Beberapa pihak menduga kecelakaan disebabkan oleh kerusakan mesin akibat tabrakan dengan kawanan burung, sementara teori lain menyebutkan masalah teknis pada roda pendaratan yang tidak keluar, menyebabkan pesawat kehilangan kendali saat mendarat.
CEO Jeju Air telah mengungkapkan permintaan maafnya dan menyampaikan duka mendalam atas tragedi ini. Sebagai bentuk penghormatan, Presiden sementara Korea Selatan juga mengumumkan hari berkabung nasional selama tujuh hari.
