JATENG — Sebanyak sembilan penerbang lulusan Program Studi Sarjana Terapan Penerbang Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug resmi mengikuti Pendidikan Pertama Perwira Prajurit Karier (Dikma PaPK) TNI Tahun Anggaran 2026. Pendidikan ini dilaksanakan di Akademi Militer (Akmil) Magelang dan dimulai sejak Selasa, 23 Desember 2025.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana menyampaikan bahwa keikutsertaan para alumni PPI Curug tersebut merupakan hasil dari proses seleksi yang komprehensif dan berstandar tinggi. Seluruh peserta dinyatakan memenuhi kualifikasi untuk melanjutkan pendidikan sebagai calon perwira TNI AU.
“Kesembilan penerbang ini telah melalui tahapan seleksi yang ketat, mulai dari administrasi, pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, hingga aptitude test di Wing Pendidikan 100/Terbang. Hasilnya, mereka dinyatakan lulus dan siap mengikuti Dikma PaPK TNI,” ujar I Nyoman Suadnyana.
Ia menjelaskan, rekrutmen penerbang dari lulusan sekolah penerbangan sipil merupakan bagian dari strategi TNI Angkatan Udara dalam memperkuat pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia, khususnya di bidang penerbangan militer. Langkah ini juga dinilai efektif untuk menjaring talenta-talenta unggul yang telah memiliki dasar kompetensi teknis penerbangan.
Menurutnya, selama menjalani Dikma PaPK TNI, para calon perwira penerbang akan mendapatkan pembekalan menyeluruh yang mencakup pendidikan dasar keprajuritan, pembinaan fisik dan mental, serta penguatan karakter dan kepemimpinan. Seluruh materi dirancang untuk membentuk perwira TNI AU yang profesional, tangguh, dan berintegritas.
“Pendidikan ini menjadi fondasi penting sebelum mereka memasuki tahapan pendidikan lanjutan dan pengabdian sebagai perwira TNI Angkatan Udara,” kata I Nyoman Suadnyana.
Setelah menyelesaikan Dikma PaPK TNI TA 2026, para penerbang tersebut akan resmi bergabung dengan TNI AU dan melanjutkan pendidikan sesuai jalur pembinaan penerbang militer. Diharapkan, kehadiran mereka dapat memperkuat kesiapan operasional TNI AU sekaligus mendukung pelaksanaan tugas pertahanan udara nasional di masa mendatang.