JAYAPURA – Aksi brutal Separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali mengguncang Papua. Seorang warga sipil menjadi korban penikaman di kediamannya sendiri di Kampung Wuyukwi, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, pada Kamis (24/7/2025). Insiden ini memperpanjang catatan kekerasan yang dilakukan OPM terhadap masyarakat sipil.
Korban, Iptu (Purn) Djamal Renhoat (62), mantan Kapolsek Mulia, tewas setelah diserang dengan senjata tajam oleh Separatis OPM pimpinan Ananias Rumkorem. Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 21.00 WIT.
“Korban ditikam di bagian perut, dada, dan punggung, hingga akhirnya meninggal dunia,” ungkap Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, dalam keterangannya.
Faizal menjelaskan bahwa pelaku kabur ke hutan usai melakukan aksinya. Saat ini, Satgas Operasi Damai Cartenz bersama aparat TNI dan Polres Puncak Jaya sedang memburu pelaku.
“Kami terus melakukan pengejaran terhadap pelaku untuk memastikan keadilan ditegakkan,” tegasnya.
Kejadian ini memperparah ketegangan di Papua, di mana Separatis OPM kerap menyerang warga sipil, termasuk guru, tenaga kesehatan, dan pekerja infrastruktur. Data Satgas Damai Cartenz mencatat, sepanjang 2025, sedikitnya 35 warga sipil menjadi korban kekerasan OPM di berbagai wilayah Papua.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Pangeran Khairul Saleh, mengecam keras aksi Separatis OPM. “Apa yang dilakukan KKB di Papua itu biadab dan keji. Mereka adalah teroris yang terus melakukan aksi teror dan meresahkan masyarakat!” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (2/8/2024).
Ia mendesak pemerintah untuk memberikan perlindungan maksimal kepada warga sipil dan memperkuat sinergi TNI-Polri dalam menangani konflik di Papua.
Warga setempat kini hidup dalam ketakutan
“Kami hanya ingin hidup aman di rumah sendiri, tapi OPM terus mengancam,” keluh seorang warga Kampung Wuyukwi yang enggan disebutkan namanya.
Konflik ini juga memicu seruan agar pemerintah mengedepankan dialog dan pembangunan sosial untuk meredam situasi di Bumi Cenderawasih.
Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku kekerasan. Selain pengejaran, aparat keamanan juga memperkuat kehadiran di wilayah rawan untuk mencegah aksi serupa. Masyarakat diminta tetap waspada dan melapor jika melihat aktivitas mencurigakan.
Aksi Separatis OPM ini kembali menyoroti kompleksitas konflik di Papua. Pemerintah didesak segera mengambil langkah konkret, baik melalui penegakan hukum maupun pendekatan kemanusiaan, untuk mengembalikan kedamaian di wilayah tersebut.