JAKARTA – Bangun dari tidur untuk buang air kecil mungkin sering dianggap sebagai akibat terlalu banyak minum sebelum tidur. Padahal, kebiasaan tersebut tidak selalu berkaitan dengan jumlah air yang dikonsumsi.
Dalam dunia medis, kondisi sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil dikenal sebagai nocturia. Mayo Clinic menyebut bangun lebih dari sekali setiap malam untuk buang air kecil sebagai nocturia.
Bisa Disebabkan Gangguan Kandung Kemih
Salah satu penyebabnya adalah kandung kemih yang terlalu aktif. Kondisi ini dapat membuat seseorang lebih sering ingin buang air kecil, termasuk pada malam hari. Infeksi saluran kemih juga dapat menyebabkan frekuensi buang air kecil meningkat, biasanya disertai rasa nyeri atau terbakar saat berkemih.
Pada pria, pembesaran prostat atau benign prostatic hyperplasia (BPH) juga dapat membuat seseorang lebih sering terbangun untuk buang air kecil. Gejalanya dapat berupa pancaran urine yang lemah atau sulit mengosongkan kandung kemih.
Gangguan Tidur Juga Bisa Berpengaruh
Menariknya, masalah tidur juga dapat berkaitan dengan sering buang air kecil pada malam hari. Obstructive sleep apnea atau sleep apnea dapat menjadi salah satu kondisi yang berhubungan dengan nocturia.
Artinya, seseorang bisa terbangun karena gangguan tidur kemudian menyadari adanya dorongan untuk buang air kecil, sehingga penyebabnya tidak selalu berasal dari kandung kemih.
Diabetes dan Kondisi Lain
Diabetes juga termasuk kondisi yang dapat menyebabkan seseorang lebih sering buang air kecil, termasuk pada malam hari. Selain itu, penyakit jantung, penyakit ginjal kronis, tekanan darah tinggi, dan kondisi tertentu yang menyebabkan tubuh memproduksi urine lebih banyak juga dapat berperan.
Obat-obatan tertentu, terutama obat yang bersifat diuretik atau meningkatkan produksi urine, juga bisa membuat frekuensi buang air kecil bertambah.
Minum Tetap Berpengaruh
Meski bukan satu-satunya penyebab, kebiasaan minum tetap dapat berpengaruh. Konsumsi banyak cairan menjelang tidur, terutama minuman berkafein atau alkohol, dapat meningkatkan kemungkinan terbangun untuk buang air kecil.
Karena itu, mengurangi minuman berkafein pada malam hari dan mengatur waktu konsumsi cairan dapat membantu. Namun, jangan sampai membatasi minum secara berlebihan hingga menyebabkan dehidrasi.
Kapan Harus Diperiksa?
Sering kencing malam perlu mendapat perhatian apabila terjadi terus-menerus dan mengganggu tidur atau aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan juga penting bila disertai rasa sakit saat buang air kecil, darah dalam urine, sulit mengosongkan kandung kemih, demam, atau nyeri pada perut bagian bawah dan pinggang.
Jadi, sering bolak-balik ke kamar mandi pada malam hari bukan otomatis karena terlalu banyak minum. Ada berbagai kemungkinan penyebab, sehingga keluhan yang menetap sebaiknya diperiksa untuk mengetahui pemicunya.