Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri Puncak Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, pada Jumat, bersama ratusan guru dari seluruh Indonesia. Kehadiran Presiden menjadi simbol penghormatan negara terhadap para pendidik yang menjadi fondasi kemajuan bangsa.
Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 15.10 WIB dan langsung disambut riuh tepuk tangan para guru. Mengenakan kemeja safari krem dan peci hitam, Presiden bersalaman dengan para guru yang duduk di barisan depan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam dunia pendidikan.
Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir mendampingi Presiden, di antaranya Menko PMK Pratikno, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Mendagri Tito Karnavian, serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.
Hadir pula Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri PANRB Rini Widyantini, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, Seskab Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subianto.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh guru di tanah air. Ia juga menyampaikan permintaan maaf karena pemerintah baru mampu merenovasi sekitar 16 ribu sekolah hingga saat ini.
“Tahun depan, kita harus melipatgandakan angka itu,” tegas Presiden disambut tepuk tangan hadirin. Ia bahkan meminta secara langsung kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi agar jumlah renovasi ditingkatkan menjadi 60 ribu sekolah.
“Jangan liat kiri kanan. Kau yang ku tanya. Minimal 60 ribu. 60 ribu pun saya tidak puas. Menkeu bisa kita tambah?” Tanya Presiden Prabowo pada Mensesneg Hadi Prasetyo dan Menkeu Purbaya.
Langkah tersebut, kata Presiden, merupakan bukti keseriusan pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan nasional dan memastikan seluruh anak Indonesia belajar di fasilitas yang layak dan aman.