Superstar pop dunia Britney Spears dikabarkan telah menjual hak atas seluruh katalog musiknya. Informasi ini diperoleh BBC, yang menyebut transaksi tersebut dilakukan pada 30 Desember kepada penerbit musik independen Primary Wave.
Spears, yang kini berusia 44 tahun, disebut menjual katalog lagunya dengan nilai sekitar 200 juta dolar AS—setara kurang lebih Rp3,35 triliun (dengan kurs Rp16.786 per dolar AS). Namun, detail resmi mengenai harga final maupun cakupan hak yang dialihkan belum diumumkan ke publik.
Primary Wave belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari BBC. Sementara perwakilan Spears juga memilih untuk tidak memberikan pernyataan.
Deretan Hit Ikonik
Britney Spears dikenal sebagai salah satu ikon pop terbesar era 2000-an, dengan lagu-lagu hits seperti …Baby One More Time, Oops!… I Did It Again, Toxic, hingga Gimme More.
Sejak debut pada 1999, Spears telah merilis sembilan album studio dan menjual lebih dari 150 juta rekaman di seluruh dunia, menjadikannya salah satu artis perempuan terlaris sepanjang masa.
Pada Januari 2024, Spears menyatakan bahwa ia “tidak akan pernah kembali ke industri musik”. Lagu terakhirnya dirilis pada 2022 dalam bentuk duet bersama Elton John.
Tren Artis Jual Katalog
Langkah Spears mengikuti tren sejumlah musisi papan atas yang menjual katalog musik mereka dalam beberapa tahun terakhir.
Bruce Springsteen menjual katalog musiknya kepada Sony pada 2021 dengan nilai sekitar 500 juta dolar AS (sekitar Rp8,39 triliun). Sementara Justin Bieber dilaporkan menandatangani kesepakatan senilai 200 juta dolar AS (sekitar Rp3,35 triliun) dengan Hipgnosis Songs Capital pada 2023.
Primary Wave sendiri dikenal sebagai perusahaan yang agresif mengakuisisi katalog musisi legendaris. Perusahaan ini juga telah memperoleh hak atas karya Notorious BIG, Prince, dan Whitney Houston.
Primary Wave didirikan sekitar 20 tahun lalu oleh eksekutif musik Lawrence Mestel, setelah ia membeli 50% bagian hak katalog Nirvana milik mendiang Kurt Cobain.
Setelah Tahun-Tahun Penuh Gejolak
Penjualan katalog ini terjadi setelah beberapa tahun penuh gejolak dalam kehidupan pribadi Spears.
Pada 2021, ia akhirnya mengakhiri konservatori (perwalian hukum) selama 13 tahun yang membuat kehidupan pribadi dan keuangannya berada di bawah kendali sang ayah.
Pada 2023, Spears merilis memoar berjudul The Woman in Me, yang mengungkap berbagai pergulatan hidupnya selama berada di bawah konservatori tersebut.
Sementara itu, mantan suaminya Kevin Federline juga menerbitkan memoar berjudul You Thought You Knew pada akhir 2025.
Penjualan katalog ini menandai babak baru dalam perjalanan karier Spears—sebuah langkah besar yang berpotensi mengubah arah warisan musiknya di masa depan.
