JAKARTA – Ketika membayangkan pekerjaan seorang aktor, banyak yang mengira prosesnya sederhana: datang ke lokasi, menghafal dialog, mengenakan kostum, melakukan pengambilan gambar, dan pulang. Namun, pengalaman para pemeran dalam film Believe – Takdir, Mimpi, Keberanian akan mengubah perspektif tersebut.
Untuk memerankan prajurit dalam film perang ini, para aktor tidak hanya belajar menghafal dialog, tetapi juga harus menguasai keterampilan fisik, seperti pergerakan prajurit dalam situasi kontak senjata, cara membongkar senjata, hingga mengetahui lokasi-lokasi titik ledakan yang harus dihindari. Agar bisa memerankan peran tersebut dengan maksimal, para aktor menjalani pelatihan intensif di sebuah bootcamp militer selama hampir seminggu.
Di sana, mereka dilatih dalam beberapa teknik penting, seperti:
- Baris-berbaris dan kedisiplinan militer
- Penggunaan senjata api, mulai dari memegang, membongkar, hingga merakit kembali
- Latihan menembak dan teknik bergerak dalam misi
- Latihan medan berat yang melibatkan rintangan fisik, seperti merayap di lumpur dan membawa beban berat di medan berbatu
Aktor Hardi Fadlillah, yang memerankan karakter Baton Damar, mengenang momen pertama kali menginjakkan kaki di bootcamp. “Saya nggak akan lupa bagaimana canggungnya kita waktu baru datang. Bahkan saat pertama kali melihat gapura, rasanya masih kebayang. Ternyata latihannya benar-benar bareng prajurit, jadi kami benar-benar seperti sedang ditempa. Capek banget!” ungkap Hardi, yang sebelumnya dikenal lewat peran-peran drama komedi.
Meski melelahkan, Hardi menilai pelatihan tersebut sangat berguna. Beberapa adegan dalam film dilakukan di medan berat, seperti hutan yang dipenuhi belukar, yang mengharuskan fisik para aktor dalam kondisi prima. “Ada adegan menyerang yang mengharuskan kami merangkak di tanah berbatu. Walaupun area sudah dibersihkan, tetap ada ranting atau kerikil yang bisa melukai tubuh. Syukurlah sudah dilatih,” tambahnya sambil tersenyum.
Produser Believe, Celerina Judisari, mengungkapkan bahwa tim produksi berkolaborasi dengan pihak TNI dalam proses pembuatan film ini. “Kami bekerja sama dengan mereka untuk memastikan adegan perang terasa realistis. Hanya mereka yang tahu persis bagaimana medan perang itu, jadi kami meminta konsultasi untuk menciptakan adegan yang autentik,” jelas Celerina.
Sebagai hasilnya, para aktor tak hanya berperan sebagai prajurit, melainkan benar-benar menyatu dengan karakter mereka, memberikan penampilan yang luar biasa di layar. Bahkan, para penonton yang berkesempatan menonton Believe dalam penayangan khusus di Jakarta memberikan apresiasi tinggi. “Aktor-aktornya terlihat sangat realistis, seperti benar-benar prajurit. Aktingnya pun meyakinkan,” kata Frea, salah satu penonton.
Believe adalah film perdana yang diproduksi oleh rumah produksi Bahagia Tanpa Drama, dengan produser Celerina Judisari, dan disutradarai oleh Rahabi Mandra dan Arwin Tri Wardhana. Film ini dibintangi oleh Ajil Ditto, Adinda Thomas, Wafda Saifan, Maudy Koesnaedi, dan Marthino Lio.
Ingin melihat sendiri seberapa realistis adegan perang dalam film Believe – Takdir, Mimpi, Keberanian? Film ini akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 24 Juli 2025.
