Sebuah konten eksplorasi horor di jagat TikTok berakhir dengan kenyataan yang jauh lebih mengerikan dari sekadar cerita mistis. Seorang streamer yang tengah melakukan siaran langsung di kawasan eks objek wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, secara tak sengaja menemukan jasad seorang remaja di tengah semak belukar pada Jumat (13/2) malam.
Jasad tersebut teridentifikasi sebagai ZAAQ, seorang pelajar dari SMPN 26 Bandung yang telah dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak Selasa malam. Penemuan ini segera viral, menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar bagi warga Bandung.
Jejak Terakhir Sang Pelajar
Kepala SMPN 26 Bandung, Titin Supriatin, mengungkapkan rasa terpukulnya atas musibah ini. Ia meluruskan simpang siur informasi mengenai waktu hilangnya korban. Berdasarkan catatan sekolah, ZAAQ masih hadir dan mengikuti pelajaran secara penuh pada Senin (9/2).
“Senin dia masih di sekolah, ada datanya di buku piket. Hari Selasa baru pihak keluarga memberi kabar bahwa ZAAQ belum pulang ke rumah,” jelas Titin. Sempat beredar kabar burung bahwa korban berada di Garut, namun informasi tersebut ternyata hanya hoax belaka.
Sosok Pendiam yang Tak Pernah Bermasalah
Di mata para guru, ZAAQ dikenal sebagai remaja yang santun dan pendiam. Namanya bersih dari catatan kedisiplinan maupun konflik antar-siswa. “Anaknya baik, lebih ke pendiam. Dia tidak pernah bermasalah,” tambah Titin.
Kisah hidup ZAAQ ternyata menyimpan kegetiran tersendiri. Remaja ini telah lama kehilangan ibundanya yang wafat saat ia masih duduk di kelas lima SD.
Di rumah, ia tinggal bersama sang ayah yang kini tengah berjuang melawan sakit, serta tiga saudaranya yang lain. Sebagai anak laki-laki yang tertutup, ZAAQ jarang berbagi cerita tentang beban hidupnya.
Penyelidikan Polisi: Mencari Keadilan untuk ZAAQ
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, mengonfirmasi bahwa saat jasad ditemukan, terdapat tas berisi seragam sekolah yang memperkuat identitas korban. Penemuan ini kini ditangani secara intensif oleh pihak kepolisian.
“Saksi yang menemukan memang sedang melakukan live media sosial penelusuran misteri. Saat ini, jasad telah dievakuasi ke RS Sartika Asih untuk proses autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian,” tegas Niko.
Pihak sekolah kini berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan aparat kepolisian untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi setelah ZAAQ melangkahkan kaki keluar dari gerbang sekolah pada Senin sore itu. “Ini bukan hanya duka keluarga, tapi duka kami semua. Kami merasa sangat kecolongan,” tutup Titin dengan nada prihatin.
