JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan tiga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Aceh Tamiang kembali melayani masyarakat setelah sempat terhenti akibat banjir. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan energi warga.
“Kementerian ESDM dan Pertamina memprioritaskan pemulihan SPBU terdampak bencana. Tiga SPBU di Aceh Tamiang sudah kembali berfungsi dan melayani masyarakat,” kata Ketua Tim ESDM Siaga Bencana, Rudy Sufahriadi, dalam keterangan di Banda Aceh, Minggu (7/12/2025).
Rudy menambahkan, distribusi BBM dan LPG terus dikebut untuk wilayah Aceh dan Sumatera Utara yang dilanda bencana hidrometeorologi. Meski sejumlah SPBU masih terkendala blackout dan kerusakan infrastruktur, beberapa daerah di Aceh seperti Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, dan Bireuen sudah beroperasi normal.
SPBU Pidie dan Aceh Tamiang
Di Pidie Jaya, tiga dari empat SPBU aktif melayani, sementara satu masih dalam perbaikan. Di Aceh Tamiang, tiga dari tujuh SPBU beroperasi, sisanya masih dalam tahap pemulihan. Kondisi lebih berat terjadi di Gayo Lues, hanya satu dari tujuh SPBU yang berfungsi akibat pemadaman listrik, sedangkan di Bener Meriah seluruh SPBU belum beroperasi karena jaringan listrik blackout.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan upaya percepatan distribusi terus dilakukan. “Tim kami mempercepat distribusi meski akses darat masih terkendala dan sejumlah wilayah mengalami blackout. Kami memastikan penyaluran BBM dan LPG tetap menjangkau masyarakat, termasuk melalui alih suplai dan moda distribusi alternatif,” ujarnya.
Pemulihan operasional SPBU dinilai krusial untuk menjaga stabilitas energi di daerah terdampak sekaligus mendukung percepatan penanganan bencana.