SUKABUMI – Komitmen TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam memperkuat pertahanan nasional kembali ditunjukkan melalui uji tembak langsung dua Alutsista strategis: Multiple Launch Rocket System (MLRS) 90B dan Meriam 35mm Twin Gun Norico.
Latihan berlangsung di Lapangan Tembak Cibenda, Sukabumi, dan digelar oleh Korps Marinir sebagai bagian dari program kesiapsiagaan dan pengujian senjata secara berkala.
Latihan yang dikenal sebagai “Live Firing Test” ini menjadi simulasi real-time atas kemampuan ofensif dan defensif TNI AL dalam menghadapi skenario perang modern.
Selain meningkatkan keterampilan teknis prajurit, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengevaluasi performa sistem persenjataan dalam situasi operasional yang mendekati kondisi sesungguhnya di medan tempur.
Salah satu sorotan utama dalam latihan adalah Roket MLRS 90B, sistem peluncur roket kaliber 122 mm yang mampu meluncurkan 40 proyektil secara simultan.
Roket ini dirancang untuk menghancurkan area target secara masif dalam waktu singkat, sangat cocok untuk operasi bantuan tembakan darat.
Sementara itu, Meriam 35mm Twin Gun Norico berperan penting sebagai sistem artileri pertahanan udara, mampu mengantisipasi serangan pesawat musuh dan drone secara presisi.

Simulasi Tempur Modern dan Perkuat Postur Taktis
Latihan tersebut juga menjadi arena pembuktian kesiapan personel TNI AL dalam mengoperasikan Alutsista modern yang berbasis teknologi tinggi.
Dengan pendekatan integratif antara teknologi dan keterampilan lapangan, uji tembak ini menjadi refleksi transformasi kekuatan pertahanan laut Indonesia.
Dalam sesi tembak langsung itu, setiap perangkat senjata diuji dengan berbagai skenario target, dari serangan permukaan hingga potensi ancaman dari udara.
Tim teknis, operator, serta komandan satuan bekerja terkoordinasi dalam operasi terpadu, menampilkan kecepatan, presisi, dan akurasi tinggi.
Latihan turut disaksikan oleh jajaran pejabat tinggi TNI AL seperti Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut (Aslog Kasal) Laksda TNI Eko Sunarjanto.
Lalu Wakil Komandan Korps Marinir (Wadan Kormar) Brigjen TNI Mar Muhammad Nadir, dan Komandan Pasmar I Brigjen TNI Mar Umar Farouq.
Keberadaan mereka menegaskan pentingnya latihan sebagai bagian dari agenda strategis TNI AL dalam mendukung kesiapan tempur nasional.

Pesan KSAL: Siap Tempur adalah Harga Mati
Dalam pernyataan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan komitmennya terhadap kesiapan seluruh prajurit.
“Latihan kesiapan tempur adalah fondasi kekuatan kita. Prajurit harus terus diasah agar sigap menghadapi setiap bentuk ancaman terhadap pertahanan negara,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa latihan bukan semata rutinitas, tetapi bentuk kesiagaan taktis yang sangat penting dalam dinamika geopolitik saat ini.
Ancaman global seperti konflik kawasan dan serangan siber mengharuskan seluruh matra TNI untuk terus berinovasi dan sigap.
Selain itu, uji tembak MLRS 90B dan Meriam 35mm juga bagian dari penilaian periodik terhadap performa senjata dan kesiapan teknis personel.
Setiap latihan dievaluasi secara detail untuk memastikan seluruh elemen pertahanan laut berjalan sesuai standar operasional.

Modernisasi Alutsista, Pilar Kekuatan Maritim Indonesia
Uji coba ini juga menjadi cerminan arah kebijakan TNI AL dalam modernisasi Alutsista, sesuai dengan tuntutan zaman yang semakin kompleks.
Sistem persenjataan modern tidak lagi cukup hanya kuat, tetapi juga harus cerdas, cepat, dan presisi.
MLRS 90B, sebagai sistem peluncur roket multi-platform, memungkinkan mobilitas tinggi dan daya ledak besar dalam waktu singkat.
Meriam 35mm Twin Gun Norico juga membuktikan akurasi tinggi dalam menghantam sasaran udara di atas kecepatan tertentu, menjadikannya sangat strategis dalam operasi pertahanan wilayah.
Langkah ini sekaligus menjadi bentuk proyeksi kekuatan Indonesia dalam menjaga kedaulatan maritim, terutama di tengah ketegangan geopolitik dan dinamika kawasan Indo-Pasifik yang masih rentan.***
