SUMBAR – Personel Lanud Sutan Sjahrir bekerja sama dengan tim pengamanan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 5 kilogram. Peristiwa ini terjadi di terminal keberangkatan BIM pada Kamis, 12 Februari 2026, dan mencerminkan kewaspadaan tinggi aparat dalam memerangi peredaran narkotika di fasilitas transportasi udara.
Penangkapan bermula dari pemeriksaan rutin yang dilakukan petugas Aviation Security (Avsec). Saat memeriksa barang bawaan seorang calon penumpang tujuan Jakarta, mesin X-ray mendeteksi benda mencurigakan di dalam koper. “Pengungkapan kasus bermula dari pemeriksaan X-ray oleh petugas Aviation Security (Avsec) terhadap barang bawaan seorang calon penumpang tujuan Jakarta yang terindikasi mencurigakan,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispen AU), Kolonel Pnb I Nyoman Suadnyana, dalam keterangan resminya.
Setelah pemeriksaan lanjutan, petugas menemukan paket narkotika yang disembunyikan rapi. “Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya paket narkotika yang disembunyikan di dalam koper,” lanjut Suadnyana. Pelaku berinisial K.A. langsung diamankan bersama barang bukti utama berupa satu koper hitam berisi 20 bungkus sabu. Masing-masing bungkus memiliki berat sekitar 250 gram, sehingga total mencapai 5 kilogram.
Selain itu, aparat turut menyita barang bukti pendukung. “Turut diamankan barang bukti lain berupa uang tunai, dua unit telepon genggam, dan tas sandang,” tambah Suadnyana. Pelaku diketahui menggunakan modus identitas ganda untuk mengelabui petugas. “Pelaku menggunakan dua identitas dan dua tiket penerbangan berbeda,” jelasnya.
Operasi ini melibatkan kolaborasi lintas instansi, termasuk personel intelijen dan Polisi Militer Angkatan Udara (Pomau) Lanud Sutan Sjahrir, Avsec, Bea dan Cukai, Polsek Kawasan BIM, serta Satresnarkoba Polda Sumatera Barat. Pendekatan terpadu memastikan penanganan kasus berjalan sesuai prosedur hukum.
Terduga pelaku beserta seluruh barang bukti telah diserahkan ke Polda Sumatera Barat untuk proses penyidikan lebih lanjut. Langkah ini diharapkan dapat mengungkap jaringan di balik upaya penyelundupan tersebut.
Keberhasilan ini menegaskan komitmen Lanud Sutan Sjahrir dalam mendukung pengamanan bandara dan pemberantasan peredaran gelap narkotika. Kasus penyelundupan melalui jalur udara masih menjadi perhatian serius aparat penegak hukum, mengingat bandara kerap dijadikan target oleh sindikat narkoba.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan melaporkan aktivitas mencurigakan di sekitar fasilitas publik. Sinergi antarinstansi seperti yang ditunjukkan di BIM diharapkan menjadi contoh bagi pengamanan bandara lain di Indonesia.
