SUMBAR – Hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak Jumat (2/1/2026) memicu banjir di kawasan Parak Jambu, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah. Luapan air dengan cepat menggenangi permukiman warga, memaksa sebagian masyarakat meninggalkan rumah demi keselamatan.
Menanggapi kondisi darurat tersebut, Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sutan Sjahrir langsung mengerahkan Satuan Tugas Tanggap Bencana untuk membantu proses evakuasi warga terdampak. Tim bergerak cepat menuju lokasi banjir dan memfokuskan penanganan pada area yang terendam paling parah.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, menyatakan bahwa pengerahan personel merupakan bagian dari komitmen TNI AU dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat saat menghadapi bencana alam.
“Begitu menerima laporan adanya banjir yang mengancam keselamatan warga, Lanud Sutan Sjahrir langsung mengaktifkan tim tanggap bencana. Prioritas utama adalah mengevakuasi masyarakat rentan dan memastikan seluruh warga berada dalam kondisi aman,” ujar Marsma TNI I Nyoman Suadnyana.
Evakuasi di lapangan dipimpin oleh Kepala Dinas Operasi Lanud Sutan Sjahrir, Letkol Lek Rianto Lismara. Dengan menggunakan perahu karet serta perlengkapan keselamatan, para prajurit TNI AU menyisir kawasan permukiman yang terendam air untuk mengevakuasi warga, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
Proses penyelamatan berlangsung di tengah hujan yang masih turun dengan intensitas cukup tinggi. Medan evakuasi yang berat akibat arus air dan akses jalan yang terbatas tidak menyurutkan upaya para personel TNI AU. Mereka bahu membahu bersama warga setempat memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal di rumah-rumah yang terendam banjir.
Menurut I Nyoman Suadnyana, keterlibatan TNI AU dalam penanganan bencana merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya saat kondisi darurat.
“TNI Angkatan Udara selalu siap hadir membantu masyarakat dalam situasi bencana. Kesiapsiagaan personel di lapangan adalah bentuk pengabdian sekaligus tanggung jawab moral kepada rakyat,” tegasnya.
Selain melakukan evakuasi, tim TNI AU juga berkoordinasi dengan aparat setempat dan relawan guna memantau perkembangan kondisi banjir serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya peningkatan debit air.
Aksi cepat Lanud Sutan Sjahrir ini mencerminkan implementasi nilai-nilai TNI AU AMPUH, yakni Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis. Melalui langkah tanggap dan terukur, TNI AU berupaya memastikan keselamatan warga sekaligus meminimalkan risiko korban akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatera Barat.
