Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen TNI Marinir Freddy Ardianszah membantah kabar viral mengenai seorang anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI yang disebut ditangkap anggota Brimob sebagai provokator saat aksi demonstrasi di kawasan Pejompongan, Markas Besar TNI. Ia menegaskan bahwa anggotanya saat itu sedang melaksanakan tugas intelijen.
Markas Besar TNI pun angkat bicara terkait maraknya berita bohong yang menyeret institusinya dalam aksi kerusuhan di Jakarta dan sekitarnya. Beredar luas di media sosial, informasi itu menyebut seorang anggota BAIS TNI ditemukan oleh Brimob saat aksi pada 28 Agustus lalu. Namun, Brigjen Freddy menjelaskan, anggota BAIS bernama Mayor SS bukanlah provokator maupun ditangkap, melainkan sedang melaksanakan tugas pencegahan dan pendeteksian dini terhadap potensi ancaman.
Laporan Tim Garuda TV.
Caption | Admin: Filda
