JAKARTA – Ketua Umum MATAKIN Budi Tanuwibowo mengaku terharu setelah dipercaya Presiden Prabowo Subianto menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Kepercayaan tersebut dinilai memiliki makna khusus bagi Budi karena ia berasal dari komunitas Konghucu yang jumlah penganutnya relatif kecil di Indonesia.
“Saya tentu sangat terharu karena sebagai bagian yang jumlahnya paling kecil tapi mendapat perhatian yang sama. Saya sangat surprise karena seperti mungkin teman-teman tahu, saya ini dari komunitas Konghucu, jumlahnya paling minim,” kata Budi.
Budi menyampaikan pernyataan itu setelah mengikuti pelantikan anggota Wantimpres di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.
Ia juga menyinggung perjalanan panjang komunitas Konghucu di Indonesia yang sempat mengalami pembekuan aktivitas oleh pemerintah pada 1978 hingga 1998.
“Jumlahnya paling minim dan pernah mengalami proses pembekuan cukup lama dari tahun 1978 sampai tahun 1998. Baru pulih di era awal pemerintahan Pak Habibie sampai kemudian Gus Dur, Bu Mega, Pak SBY, Pak Jokowi, dan sekarang,” katanya.
Menurut Budi, MATAKIN memiliki sejarah panjang dalam kehidupan keagamaan di Indonesia dan telah berdiri sejak 17 Maret 1900.
Organisasi tersebut sempat dilarang beraktivitas pada masa pendudukan Jepang sebelum kembali bangkit pada 1955 dan terus berkembang hingga sekarang.
Budi juga menyebut sejumlah umat Konghucu turut mengambil bagian dalam perjalanan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Ia mencontohkan keterlibatan tokoh Konghucu dalam BPUPKI serta peristiwa Rengasdengklok yang melibatkan Djiaw Kie Siong.
“Sekarang usianya sudah 103 tahun, kalau dihitung dari kebangkitan kembali pasca tahun 23 tahun, ada beberapa umat kami ikut di dalam BPUPKI.”
“Termasuk ketika Bung Karno dan Bung Hatta diasingkan oleh sekelompok pemuda ke Rengasdengklok, itu adalah Djiaw Kie Siong itu umat Konghucu,” ujarnya.
Pelantikan tersebut membuat Budi melihat adanya perhatian terhadap keberagaman sebagai bagian penting dalam kehidupan berbangsa.
“Dengan peristiwa hari ini (Pelantikan), saya merasa negeri ini benar-benar sudah memegang teguh salah satu pilarnya, semboyannya, Bhinneka Tunggal Ika.”
“Mudah-mudahan dengan kebersamaan yang semakin utuh, semakin kokoh,” katanya.
Ia berharap semangat kebersamaan dan kerukunan dapat ikut mendorong Indonesia memanfaatkan potensi besar yang dimiliki.
“Indonesia yang kita cintai ini, yang kita tahu semua potensinya begitu besar ditambah kerukunan dan kesigapan rakyatnya, saya yakin Indonesia akan maju ke depan.”
“Entah kapan, tergantung dari kebersamaan dan tekad keras kita,” ujar Budi.
Budi mengungkapkan proses penunjukannya berlangsung sangat cepat karena ia baru menerima informasi mengenai jabatan tersebut pada Jumat pagi.
Ia mengatakan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menghubunginya secara langsung untuk menyampaikan tawaran menjadi anggota Wantimpres.
“Ini saya terus terang kaget ya. Karena baru tadi pagi menerima telepon dari Pak Teddy Indra Wijaya untuk menjadi salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden,” kata Budi.
Beberapa jam setelah menerima kabar tersebut, Budi kemudian mengikuti prosesi pelantikan sebagai anggota Wantimpres di Istana Negara.
Penunjukan itu menempatkan tokoh Konghucu tersebut dalam lembaga yang memberikan pertimbangan dan nasihat kepada Presiden dalam menjalankan pemerintahan.***