JAKARTA — Momen Hari Guru Nasional 2025 (HGN 2025) di Indo Arena, Senayan, menghadirkan kisah inspiratif ketika Umi Salamah, pendidik senior asal Ajibarang, Banyumas, menunjukkan rasa haru setelah mendengar langsung pidato Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Sosok berusia 66 tahun yang memimpin Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) itu menerima penghargaan dari Presiden dan menilai pidato Prabowo sebagai wujud nyata keseriusan pemerintah dalam mengangkat martabat pendidikan nonformal yang telah ia tekuni selama puluhan tahun.
“Tadi saya mendengarkan sendiri pidatonya, Beliau keren. Sungguh keren, aduh,” ujar Umi Salamah usai menerima penghargaan.
Umi menilai pesan utama Prabowo tentang pentingnya membentuk karakter peserta didik, bukan sekadar proses mengajar, merupakan prinsip mendasar yang sudah lama ia terapkan di lingkungan belajarnya.
“Menurut saya dunia pendidikan itu kunci, tapi pendidikan itu tidak sekadar mengajar, tapi mendidik, Guru itu harus mendidik mulai dari diri sendiri dulu,” tegas Umi.

Selama bertahun-tahun mengabdikan diri di jalur pendidikan nonformal, Umi mengaku sejalan dengan penekanan Presiden bahwa keteladanan guru menjadi pondasi utama bagi lahirnya generasi pembelajar yang kuat.
Ia berharap arah kebijakan pendidikan yang dipaparkan Prabowo memberi dorongan besar bagi perbaikan sistem pendidikan Indonesia, terutama di sektor yang selama ini kurang tersorot namun berperan penting.
“Mudah-mudahan Indonesia benar-benar berubah, terutama melalui dunia pendidikan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Umi menyampaikan rasa terima kasih karena pemerintah memberi perhatian khusus pada pendidikan nonformal, yang selama bertahun-tahun menjadi ruang perjuangannya membina masyarakat dari berbagai latar belakang.
Penghargaan yang diterimanya ia maknai sebagai pemantik semangat baru untuk terus melayani masyarakat, meski ia mengaku tak pernah membayangkan akan mendapat apresiasi sebesar ini.
“Ini bonus saja dari Allah, Saya tidak pernah membayangkan atau bermimpi dapat seperti ini,” imbuhnya.
Umi Salamah selama ini membuka rumahnya menjadi pusat pendidikan nonformal lengkap yang melayani warga dari tingkat buta huruf hingga perguruan tinggi melalui PKBM, PAUD, kelas paket A–C, SLB, serta Pondok Pesantren ABK (Anak Berkebutuhan Khusus).***