JAKARTA – Persita Tangerang datang ke Padang dengan kepercayaan diri tinggi untuk mencuri poin penuh saat menghadapi Semen Padang pada pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Minggu (8/2/2026).
Pertandingan tandang ini dinilai krusial bagi Persita untuk menjaga konsistensi performa sekaligus mempertahankan posisi di papan atas klasemen sementara Liga Indonesia.
Striker Persita, Matheus Alves, menegaskan pentingnya keseimbangan permainan antara disiplin bertahan dan ketajaman penyelesaian akhir dalam laga berat tersebut.
“Kami terus memperbaiki hal-hal detail agar bisa meraih poin penuh,” ujarnya dilansir laman Persita.
Alves juga mengakui atmosfer kompetisi Liga Indonesia yang ketat membuat setiap pertandingan menjadi tantangan besar, terutama saat bermain di kandang lawan.
Tekad Persita untuk bekerja keras sepanjang laga menjadi modal utama demi membawa pulang hasil maksimal dari Sumatera Barat.
Pelatih Persita, Carlos Pena, menilai Semen Padang sebagai lawan yang mengalami perubahan signifikan setelah melakukan perombakan besar pada komposisi tim.
Kabau Sirah tampil agresif dengan mendatangkan tujuh pemain asing serta enam pemain lokal baru untuk memperkuat skuad di putaran kedua.
“Semen Padang bisa menjadi contoh bahwa di liga Indonesia paruh kedua akan sangat berbeda,” ujar Pena.
Menurut Pena, pergantian pemain dan pelatih membuat Semen Padang menjelma menjadi tim yang sulit diprediksi dan berbahaya.
Meski demikian, Pena menegaskan fokus utama Persita tetap pada penguatan internal sebagai tim yang relatif stabil sejak awal musim.
Soliditas skuad menjadi senjata utama Pendekar Cisadane untuk menghadapi tekanan laga tandang.
Berdasarkan klasemen terkini BRI Super League, Persita berada di peringkat keenam dengan koleksi 32 poin.
Sementara itu, Semen Padang masih berjuang keluar dari zona degradasi dengan menempati posisi ke-16.
Pena menyatakan keyakinannya pada kekuatan tim meski hanya melakukan satu perekrutan pemain di bursa transfer paruh musim.
Gelandang asal Spanyol, Ramon Bueno, menjadi satu-satunya tambahan kekuatan Persita untuk putaran kedua kompetisi.
“Kami percaya dengan pemain yang kami miliki,” kata Pena.
Ia menilai koneksi, komunikasi, dan keharmonisan ruang ganti menjadi faktor penting yang menjaga performa tim tetap kompetitif.
Keputusan untuk mempertahankan mayoritas pemain dinilai mampu menjaga stabilitas dan identitas permainan Persita.
Pena juga menekankan pentingnya menjaga hubungan erat antarpemain sebagai fondasi menghadapi sisa musim.
Persita menargetkan finis di posisi terbaik musim ini dengan terus melakukan evaluasi dan peningkatan performa di setiap laga.
Rekor pertemuan dua tim, dalam lima laga terakhir mereka di semua ajang, Persita mendominasi dengan tiga kali kemenangan.***
