BANTEN – Persaingan dunia kerja yang semakin ketat mendorong perusahaan tidak hanya menilai kemampuan teknis calon karyawan, tetapi juga menelusuri jejak digital mereka. Aktivitas di media sosial kini menjadi salah satu indikator untuk melihat karakter, etika, hingga profesionalitas seseorang.
Fenomena tersebut menjadi perhatian kalangan akademisi, termasuk dari Universitas Mercu Buana (UMB). Sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat, UMB menggelar kegiatan pengabdian di SMK Budi Mulia, Tangerang, dengan mengusung tema “Digital Reputation for Future Workers”.
Program ini ditujukan untuk membekali siswa kelas XI dengan pemahaman tentang pentingnya menjaga reputasi digital sebagai bagian dari persiapan memasuki dunia kerja. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh delapan mahasiswa magister dan diikuti oleh 33 siswa dari jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) serta Produksi Siaran dan Program Televisi (PSPT).
Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi UMB, Heri Budianto, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
“Mahasiswa magister kami adalah para profesional yang sudah memiliki pengalaman kerja dan juga mereka yang langsung melanjutkan dari S1. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya mengembangkan perspektif akademik, tetapi juga menyalurkan pengalaman dan kompetensinya untuk memberi manfaat langsung bagi generasi muda,” ujar Heri.
Dalam kegiatan tersebut, materi disampaikan dengan pendekatan interaktif melalui diskusi, studi kasus, hingga simulasi jejak digital. Siswa diajak memahami secara langsung bagaimana aktivitas di media sosial dapat berdampak pada peluang karier di masa depan.
Pendekatan aplikatif ini dinilai mampu mempermudah siswa dalam memahami pentingnya mengelola identitas digital secara strategis. Mereka juga didorong untuk mulai membangun citra diri yang positif di ruang digital, mengingat setiap unggahan dapat memengaruhi masa depan profesional.
Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa magister untuk mengimplementasikan ilmu komunikasi secara langsung di tengah masyarakat. Materi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan siswa SMK agar lebih relevan dan berdampak.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Budi Mulia, Reza Dzikry Fauzan, mengapresiasi kegiatan tersebut dan menilai materi yang diberikan sangat sesuai dengan kebutuhan siswa saat ini.
“Dengan pemberian materi hari ini relevan dengan aspect for future workers, saya berpesan kepada para siswa this is about your future dan ini kesempatan emas untuk anak-anak bisa belajar dari mahasiswa S2 yang juga merupakan professional di bidangnya,” kata Reza.
Melalui kegiatan ini, UMB menegaskan bahwa identitas digital bukan sekadar jejak daring, melainkan aset penting yang harus dikelola secara profesional. Dengan pemahaman yang tepat, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana membangun personal branding sekaligus meningkatkan daya saing di dunia kerja.
Program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam mempersiapkan siswa SMK menghadapi tantangan industri modern, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendorong literasi digital di tengah masyarakat.
