JAKARTA – Bencana alam yang melanda wilayah Sumatra terus menunjukkan dampak dahsyatnya. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru yang menggambarkan skala kerusakan luas, mulai dari korban jiwa hingga infrastruktur vital yang porak-poranda.
Data resmi BNPB menunjukkan peningkatan signifikan jumlah korban, mencerminkan besarnya tantangan bagi tim penyelamat dan pemerintah daerah.
“Meninggal 962 jiwa,” demikian laporan BNPB yang dikutip Garuda.Tv, Selasa (9/12/2025)
Pada rilis hari ini, menandai lonjakan korban tewas dibandingkan pembaruan sebelumnya. Selain itu, “Hilang 291 jiwa” masih menjadi prioritas pencarian, sementara “Terluka 5 ribu jiwa” memerlukan perawatan medis intensif di fasilitas kesehatan yang terbatas.
Dampak bencana juga menghantam kehidupan masyarakat di 52 kabupaten terdampak. “157,8 ribu rumah rusak,” ungkap BNPB, yang berarti lebih dari 157.800 rumah mengalami kerusakan berat hingga ringan, memaksa ratusan ribu warga mengungsi ke tempat penampungan sementara.
Situasi ini memperburuk kondisi kemanusiaan, dengan risiko penyakit dan kekurangan pangan.
Infrastruktur pendukung masyarakat pun turut rusak parah. BNPB melaporkan “1,2 ribu fasilitas umum rusak,” mencakup berbagai bangunan esensial. Di sektor keagamaan, “425 rumah ibadah rusak” menghambat aktivitas spiritual dan dukungan komunitas.
Layanan kesehatan terpukul dengan “199 fasilitas kesehatan rusak,” yang menyulitkan penanganan cedera dan pencegahan wabah.
Kerusakan pada fasilitas pemerintahan juga signifikan. “234 gedung atau kantor rusak,” berpotensi mengganggu koordinasi bantuan dan distribusi logistik.
Pendidikan anak-anak pun terpukul, dengan “534 fasilitas pendidikan rusak,” yang memaksa penundaan kegiatan belajar mengajar.
Akses ke sejumlah wilayah semakin sulit akibat “497 jembatan rusak,” yang memutus jalur transportasi dan menghambat pengiriman bantuan ke daerah terpencil.
BNPB menegaskan bahwa data ini bersifat sementara dan dapat berubah seiring pendataan lanjutan di lapangan, mengingat medan yang sulit dijangkau.
