Langkah berani tim Mercedes menerapkan strategi ‘belah pasak’ untuk spesifikasi mobil di F1 GP Singapura 2026 justru memicu dilema. George Russell tampil memukau mengandalkan paket aerodinamika lama eks GP Azerbaijan, sementara Kimi Antonelli justru kedodoran saat menggunakan paket upgrade terbaru yang diperkenalkan sejak GP Malaysia.
Di atas kertas, eksperimen upgrade Silver Arrows belum memberikan dampak positif. Pada kualifikasi Sprint, Russell sukses mengamankan posisi start kedua di barisan terdepan, sedangkan Antonelli harus puas terdampar di posisi ketujuh.
Pemimpin klasemen sementara F1 tersebut secara terbuka mengaku frustrasi dan menyebut karakter mobil W17 dengan paket terbaru sangat sulit diprediksi.
“Sejak sesi FP1 saya sudah kesulitan. Paket ini masih sangat sulit dipahami. Mobil terasa sangat liar, tidak tertebak, dan hampir mustahil untuk merangkai satu lap yang bersih. Sungguh disayangkan karena saya datang dengan ekspektasi tinggi,” ujar Antonelli usai kualifikasi Sprint.
Antonelli Pasrah Pasokan Performa Hilang 0,7 Detik
Pebalap muda asal Italia itu mengakui bahwa sisa akhir pekan di Sirkuit Marina Bay bakal berjalan sangat berat baginya. Selisih waktu hingga 0,7 detik dari posisi terdepan dianggap terlalu jauh untuk dipangkas dalam waktu singkat.
-
Keluhan Utama: Keseimbangan mobil yang tidak stabil dan hilangnya daya cengkeram di lintasan jalan raya Marina Bay.
-
Harapan Tersisa: Bergantung pada analisis data mendalam oleh race engineer Peter ‘Bono’ Bonnington dan tim teknis Mercedes sepanjang malam.
“Saya tidak tahu di mana kami bisa menemukan tambahan kecepatan 0,7 detik itu. Namun kita lihat saja nanti, semoga Bono dan para insinyur bisa menemukan solusi pada racikan mobil,” tambahnya.
Kendati unggul dalam posisi start balapan Sprint hari Sabtu, peta kekuatan kedua pebalap Mercedes bakal berbalik drastis pada balapan utama hari Minggu.
Russell dipastikan harus mengawali balapan utama dari posisi paling belakang (back of the grid) akibat mengambil komponen unit daya (power unit) baru. Kondisi ini membuka celah besar bagi Antonelli untuk mengamankan poin vital demi mempertahankan keunggulannya di puncak klasemen, dengan syarat tim mekanik mampu membenahi performa mobilnya sebelum kualifikasi utama digelar.